Pengamanan Puncak Festival Budaya Cap Go Meh 2026 di Singkawang Berlangsung Aman dan Kondusif

- Admin

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akarkata.com, Singkawang – Puncak perayaan Festival Budaya Cap Go Meh Tahun 2026 di Kota Singkawang berlangsung meriah, khidmat, serta aman dan kondusif.

Kegiatan yang dipusatkan di panggung kehormatan Jalan Firdaus, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, ini menjadi magnet ribuan masyarakat yang datang dari berbagai daerah bahkan dari mancanegara. Selasa (03/03/2026).

Festival Cap Go Meh merupakan rangkaian dari perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang telah menjadi agenda pariwisata nasional sekaligus ikon budaya Kota Singkawang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap tahun, festival ini selalu menarik perhatian wisatawan domestik maupun internasional karena menampilkan tradisi khas Tionghoa yang berpadu dengan budaya lokal.

Agenda Budaya Nasional yang Mendunia

Rangkaian kegiatan Cap Go Meh dimulai dari halaman Kantor Wali Kota Singkawang dan dilanjutkan dengan pawai budaya yang melintasi sejumlah ruas jalan utama kota.

Ribuan warga terlihat memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan berbagai atraksi budaya yang ditampilkan.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata dan pelestarian budaya yang memiliki nilai sejarah panjang bagi masyarakat Singkawang.

Seiring waktu, Festival Cap Go Meh Singkawang dikenal luas sebagai salah satu perayaan budaya terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Dihadiri Pejabat Tinggi Negara dan Tamu Internasional

Puncak perayaan Cap Go Meh 2026 juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh penting dari dalam maupun luar negeri.

Beberapa di antaranya adalah Bambang Wuryanto, Sultan B Najamudin, Tito Karnavian, Agus Harimurti Yudhoyono, Ria Norsan, serta Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie.

Selain itu, hadir pula Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Hindarsono, S.I.K., S.H., M.Hum., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Baca Juga:  Zero Knalpot Brong, Polsek Manis Mata Tertibkan Remaja dan Amankan Motor Tidak Standar

Kehadiran delegasi luar negeri, termasuk Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, menambah semarak perayaan sekaligus menunjukkan bahwa festival ini memiliki daya tarik global.

Simbol Harmoni dalam Keberagaman

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa Cap Go Meh di Singkawang merupakan simbol harmoni masyarakat yang hidup dalam keberagaman.

Menurutnya, festival ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan suku, agama, dan budaya dapat menjadi kekuatan dalam membangun persatuan.

“Perayaan ini menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Tahun ini terasa istimewa karena perayaan Imlek bertepatan dengan bulan suci Ramadan, sehingga semakin mempertegas nilai toleransi dan persatuan di Kalimantan Barat,” ujar Ria Norsan.

Apresiasi Pemerintah Pusat

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono juga menyampaikan apresiasi terhadap semangat kebersamaan masyarakat Singkawang.

Ia menilai Kota Singkawang merupakan contoh nyata bagaimana keberagaman budaya dapat hidup berdampingan secara harmonis.

“Singkawang adalah etalase keberagaman Indonesia. Dari kota ini, dunia dapat melihat bagaimana tradisi, budaya, dan toleransi hidup berdampingan dengan penuh harmoni,” ungkap Agus Harimurti Yudhoyono.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto menegaskan bahwa parade Tatung memiliki makna spiritual yang mendalam.

“Parade Tatung bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi juga doa dan pesan perdamaian dari Singkawang untuk Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Parade Tatung Jadi Daya Tarik Utama

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan loku, yang menjadi simbol resmi dimulainya parade.

Setelah itu, ratusan peserta pawai mulai berjalan menyusuri rute yang telah ditentukan.

Total sebanyak 734 peserta ikut ambil bagian dalam parade Cap Go Meh 2026. Rinciannya terdiri dari 528 Tatung bertandu, 109 Tatung tanpa tandu, 76 miniatur kelenteng, 15 jelangkung, 2 barongsai, serta 3 naga atau kilin.

Baca Juga:  Patroli Humanis Polsek Meranti: Polisi Ajak Warga Jaga Keamanan Bersama

Atraksi para Tatung yang menunjukkan ketahanan tubuh serta ritual spiritual menjadi daya tarik utama bagi para penonton.

Diperkirakan sekitar 50.000 pengunjung memadati sepanjang jalur pawai untuk menyaksikan langsung kemeriahan festival budaya tersebut.

Pengamanan Terpadu oleh TNI-Polri

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib, pengamanan festival dilakukan secara terpadu oleh aparat gabungan.

Kabid Humas Polda Kalbar KBP Bambang Suharyono menyampaikan bahwa pengamanan Cap Go Meh dilaksanakan dengan pendekatan humanis dan edukatif.

Sebanyak 803 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, dan instansi terkait disiagakan di berbagai titik strategis di sepanjang jalur pawai dan pusat keramaian.

Pengamanan ini dipantau langsung oleh Wakapolda Kalbar sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pawai serta rangkaian ritual yang berlangsung di Jalan Sejahtera.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara aparat keamanan, pemerintah daerah, panitia, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar KBP Bambang Suharyono.

Cap Go Meh Singkawang, Warisan Budaya yang Mendunia

Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di Kota Singkawang tetap terpantau aman dan lancar.

Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa Cap Go Meh bukan sekadar tradisi, tetapi juga simbol identitas budaya daerah.

Keberhasilan pengamanan Festival Cap Go Meh 2026 juga menegaskan komitmen Polda Kalimantan Barat dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui festival ini, Singkawang kembali menegaskan posisinya sebagai kota toleransi yang menjadi contoh nyata harmoni budaya bagi Indonesia dan dunia.

Berita Terkait

Tiada Hari Tanpa Kawan Baru, Polres Melawi Bangun Kebersamaan Lewat Subuh Keliling
Polsek Ella Hilir Tampung Aspirasi Warga, Kenakalan Remaja dan Knalpot Brong Jadi Sorotan
Sepekan Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Ketapang Catat 248 Pelanggaran Lalu Lintas
Wisuda Purna Bhakti Polres Ketapang 2026, Kapolres Berikan Penghormatan kepada Sembilan Personel
Polsek Menukung Ajak Tokoh Masyarakat Cegah Narkoba dan Judi Online
Polsek Nanga Pinoh Tanam Jagung Hibrida di Lahan 2 Hektare Dukung Ketahanan Pangan
Kapolsek Nanga Pinoh Iptu Jamidi Turun Langsung Tanam Jagung Hibrida Bersama Petani
Kunjungan Kerja Kapolres Melawi ke Polsek Sayan, Perkuat Kinerja dan Kedekatan dengan Masyarakat
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:23 WIB

Tiada Hari Tanpa Kawan Baru, Polres Melawi Bangun Kebersamaan Lewat Subuh Keliling

Rabu, 4 November 2026 - 15:12 WIB

Sepekan Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Ketapang Catat 248 Pelanggaran Lalu Lintas

Rabu, 4 November 2026 - 15:07 WIB

Wisuda Purna Bhakti Polres Ketapang 2026, Kapolres Berikan Penghormatan kepada Sembilan Personel

Rabu, 4 November 2026 - 14:58 WIB

Polsek Menukung Ajak Tokoh Masyarakat Cegah Narkoba dan Judi Online

Rabu, 4 November 2026 - 14:52 WIB

Polsek Nanga Pinoh Tanam Jagung Hibrida di Lahan 2 Hektare Dukung Ketahanan Pangan

Rabu, 4 November 2026 - 14:46 WIB

Kapolsek Nanga Pinoh Iptu Jamidi Turun Langsung Tanam Jagung Hibrida Bersama Petani

Rabu, 4 November 2026 - 14:40 WIB

Kunjungan Kerja Kapolres Melawi ke Polsek Sayan, Perkuat Kinerja dan Kedekatan dengan Masyarakat

Rabu, 4 November 2026 - 14:31 WIB

Polres Melawi Tampung Aspirasi Warga Desa Paal, Narkoba dan Knalpot Brong Jadi Keluhan

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x