Akarkata.com, Pontianak, Kalbar — Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kalimantan Barat masih menjadi perhatian serius Direktorat Lalu Lintas Polda Kalbar.
Berbagai evaluasi internal menunjukkan bahwa sebagian besar kecelakaan di jalan raya dipicu oleh faktor kelalaian manusia atau human error, seperti rendahnya disiplin berlalu lintas, pelanggaran aturan, hingga kurangnya konsentrasi pengendara saat berkendara.
Sebagai bentuk komitmen dalam menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban, Direktorat Lalu Lintas Polda Kalbar terus mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan preventif melalui sejumlah program strategis yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Jumat (15/05/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Lalu Lintas Polda Kalbar Kombes Pol. Valentinus Asmoro menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin melaksanakan berbagai operasi kewilayahan, seperti Operasi Keselamatan Kapuas, Operasi Patuh Kapuas, dan Operasi Zebra Kapuas.
Menurutnya, operasi tersebut tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas demi meminimalisasi risiko kecelakaan fatal di jalan raya.
“Selain operasi penegakan hukum, kami juga terus melakukan pemetaan titik rawan kecelakaan atau black spot serta rekayasa arus lalu lintas dengan menurunkan personel Patroli Jalan Raya (PJR) di jalur-jalur utama guna mencegah terjadinya kecelakaan. Di bidang edukasi, kami menggandeng media massa dan stakeholder terkait untuk mengampanyekan keselamatan berlalu lintas secara luas,” ujar Kombes Pol. Valentinus Asmoro.

Ia menambahkan bahwa pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm, melawan arus, menggunakan telepon genggam saat berkendara, hingga melebihi batas kecepatan.
Menurut Kombes Pol. Valentinus Asmoro, langkah penegakan hukum harus dibarengi dengan pendekatan preventif agar kesadaran masyarakat dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Karena itu, Ditlantas Polda Kalbar juga memperkuat edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya kalangan generasi muda yang saat ini masih mendominasi angka korban kecelakaan lalu lintas.
“Sosialisasi dilakukan melalui program Polwan Go To School dan Penerangan Keliling (Penling) yang menyasar lingkungan sekolah, komunitas, hingga ruang publik agar kesadaran tertib berlalu lintas dapat tumbuh sejak dini,” jelasnya.
Selain edukasi lapangan, penerapan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) juga terus dioptimalkan di sejumlah titik strategis di wilayah Kalimantan Barat.
Penerapan ETLE dinilai mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat secara objektif, modern, dan transparan tanpa harus selalu mengandalkan kehadiran petugas di lapangan.
“Melalui ETLE, kami berharap budaya tertib berlalu lintas semakin meningkat karena sistem ini berjalan secara transparan dan berbasis teknologi,” tegas Kombes Pol. Valentinus Asmoro.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Pol. Bambang Suharyono menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi membutuhkan kesadaran bersama dari seluruh pengguna jalan.
Ia mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kondisi kendaraan tetap layak jalan, serta mengutamakan keselamatan selama berkendara.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, mematuhi batas kecepatan, serta beristirahat apabila lelah atau mengantuk saat berkendara. Keselamatan harus menjadi kebutuhan dan prioritas utama,” tegas Kombes Pol. Bambang Suharyono.
Polda Kalbar berharap melalui langkah edukatif, preventif, dan penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten, angka kecelakaan lalu lintas serta fatalitas korban di wilayah Kalimantan Barat dapat terus ditekan.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berkendara, diharapkan tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat.











