Akarkata.com, Bengkayang, Kalbar – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan melalui kolaborasi antara personel Kodim 1209/Bengkayang dan masyarakat Desa Tanjung, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang, dalam mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang membentang di atas Sungai Sentawak.
Hingga Sabtu (6/6/2026), progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai 36,20 persen, menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak dalam mewujudkan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu membuka akses transportasi, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan pedesaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sinergi antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian proyek yang memiliki manfaat besar bagi kehidupan masyarakat di wilayah Kecamatan Teriak.
Pembangunan Memasuki Tahap Pengecoran Pondasi Utama

Memasuki tahap konstruksi yang semakin signifikan, pekerjaan di lapangan kini difokuskan pada proses pengecoran pondasi utama jembatan yang memiliki panjang sekitar 50 meter.
Tahapan ini merupakan bagian penting dalam pembangunan karena pondasi menjadi struktur penyangga utama yang menentukan kekuatan dan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.
Dengan pengerjaan yang dilakukan secara bertahap dan sesuai standar teknis, diharapkan Jembatan Perintis Garuda mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang akan melintas setiap hari.
Personel Kodim 1209/Bengkayang bersama masyarakat terus bekerja bahu-membahu agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai target meskipun menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Jembatan Jadi Akses Vital Antar Dusun dan Desa

Keberadaan Jembatan Gantung Perintis Garuda memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat Desa Tanjung dan wilayah sekitarnya.
Selama ini, akses penyeberangan yang terbatas menjadi salah satu kendala utama dalam aktivitas sehari-hari warga.
Jembatan tersebut nantinya akan menjadi jalur penghubung vital antar dusun dan antar desa sehingga mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan efisien.
Selain mempermudah aktivitas warga, keberadaan jembatan juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan pemerintahan.
Anak-anak sekolah yang selama ini harus menempuh perjalanan dengan berbagai keterbatasan akan memperoleh akses yang lebih mudah menuju sekolah.
Demikian pula masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dapat menjangkau fasilitas medis dengan waktu tempuh yang lebih singkat.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Pedesaan

Tidak hanya memberikan manfaat dalam aspek sosial, pembangunan Jembatan Perintis Garuda juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Mayoritas warga Desa Tanjung menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan.
Selama ini, keterbatasan akses transportasi menjadi hambatan dalam mendistribusikan hasil panen ke pasar atau pusat perdagangan.
Dengan hadirnya jembatan yang menghubungkan berbagai wilayah, proses pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan akan menjadi lebih cepat dan efisien.
Biaya distribusi diharapkan dapat ditekan sehingga nilai ekonomi produk masyarakat menjadi lebih kompetitif.
Kelancaran akses transportasi juga berpotensi membuka peluang investasi, meningkatkan aktivitas perdagangan, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah Kecamatan Teriak dan Kabupaten Bengkayang secara umum.
Semangat Gotong Royong Jadi Kunci Keberhasilan Pembangunan

Salah satu faktor utama yang mendorong percepatan pembangunan Jembatan Perintis Garuda adalah kuatnya semangat gotong royong antara personel Kodim 1209/Bengkayang dan masyarakat setempat.
Kolaborasi tersebut mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di wilayah pedesaan.
Setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan secara bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab demi mewujudkan infrastruktur yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.
Kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan juga memperkuat hubungan sosial antara aparat TNI dan masyarakat sehingga tercipta suasana yang harmonis dan penuh solidaritas.
Hadapi Tantangan Geografis dan Cuaca dengan Optimisme
Dalam pelaksanaannya, pembangunan Jembatan Perintis Garuda tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama kondisi geografis kawasan Sungai Sentawak yang cukup menantang serta faktor cuaca yang sering berubah.
Curah hujan yang tinggi dan kondisi medan di sekitar lokasi pembangunan menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja di lapangan.
Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat personel Kodim 1209/Bengkayang maupun masyarakat untuk terus melanjutkan pekerjaan.
Dengan koordinasi yang baik dan kerja sama yang solid, setiap kendala yang muncul dapat diatasi sehingga proses pembangunan tetap berjalan sesuai rencana.
Optimisme seluruh pihak menjadi modal penting untuk memastikan proyek infrastruktur tersebut dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Wujud Nyata Peran TNI dalam Mendukung Pembangunan Daerah
Keterlibatan Kodim 1209/Bengkayang dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda menunjukkan komitmen TNI untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga pertahanan dan keamanan, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan daerah.
Melalui berbagai program kemanunggalan TNI dengan rakyat, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu bentuk pengabdian yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan akses pelayanan publik, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Tanjung dan sekitarnya.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, seluruh pihak optimistis Jembatan Gantung Perintis Garuda akan segera berdiri kokoh dan dapat diresmikan dalam waktu dekat sebagai simbol keberhasilan gotong royong antara TNI dan masyarakat dalam membangun negeri.
(Pendam XII/Tpr)







