Akarkata.com, Landak, Kalbar – Komitmen memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus ditingkatkan di Kabupaten Landak.
Salah satu langkah nyata dilakukan melalui pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kecamatan Sebangki yang berlangsung di Aula Kantor Desa Sebangki, Dusun Pakliung, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak, Senin (27/7/2026).
Kegiatan tersebut digelar atas prakarsa Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan melalui Manggala Agni Daops Pontianak Kalimantan VIII sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya saat memasuki musim kemarau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai strategi pencegahan, deteksi dini, hingga penanggulangan kebakaran hutan dan lahan oleh para narasumber.
Setelah sesi teori, seluruh peserta mengikuti pelatihan praktik teknik dasar pengendalian api agar memiliki kemampuan melakukan penanganan awal apabila ditemukan titik api di wilayahnya.

Pembentukan MPA diharapkan mampu menciptakan kelompok masyarakat yang tangguh, terlatih, dan siap menjadi garda terdepan dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan maupun lahan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sebangki Yopita, S.H., Kapolsek Sebangki Ipda Rudiansyah, Batubung Sebangki Sertu Supianto, Kepala Desa Sebangki Aren Pagea, S.Th., tujuh personel Manggala Agni Daops Pontianak Kalimantan VIII, perangkat Desa Sebangki, serta para kepala dusun se-Desa Sebangki.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Sebangki Ipda Rudiansyah menyampaikan bahwa pembentukan Masyarakat Peduli Api merupakan langkah strategis dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman karhutla.
Menurutnya, keberhasilan pencegahan kebakaran hutan tidak hanya bergantung pada aparat pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni hingga masyarakat.
“Sinergi seluruh elemen merupakan faktor utama dalam menekan potensi kebakaran hutan dan lahan, kehadiran MPA diharapkan mampu mempercepat deteksi dini sekaligus penanganan awal sebelum api meluas,” ujar Ipda Rudiansyah.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Selain itu, warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api sehingga dapat segera dilakukan penanganan secara cepat dan tepat.
Lebih lanjut, Kapolsek berharap seluruh anggota MPA mampu menjadi pelopor dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengajak warga menerapkan pola pembukaan lahan yang aman dan ramah lingkungan.
Sementara itu, Camat Sebangki Yopita, S.H., memberikan apresiasi atas terbentuknya MPA Kecamatan Sebangki.
Menurutnya, keberadaan kelompok tersebut akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Sebangki Aren Pagea, S.Th., yang menegaskan komitmen pemerintah desa untuk mendukung seluruh program MPA melalui koordinasi bersama perangkat desa dan masyarakat.
Dengan terbentuknya Masyarakat Peduli Api Kecamatan Sebangki, diharapkan masyarakat memiliki kemampuan melakukan pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan awal kebakaran.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meminimalkan risiko bencana karhutla di wilayah Kabupaten Landak.







