Akarkata.com, Melawi, Kalbar – Kesigapan Satgas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terlihat saat petugas melakukan evakuasi terhadap satu keluarga yang terjebak di sebuah pondok kebun di Desa Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan, Kabupaten Melawi, Kamis (27/8/2026) siang.
Peristiwa tersebut terjadi ketika personel Satgas sedang berjibaku melakukan pemadaman Karhutla di sekitar wilayah Desa Manggala.
Di tengah proses penanganan api, petugas memperoleh informasi bahwa terdapat sebuah pondok kebun yang sebelumnya diduga tidak berpenghuni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, ternyata pondok tersebut masih ditempati oleh tiga orang yang merupakan satu keluarga.

Petugas kemudian segera mengambil langkah evakuasi untuk memastikan keselamatan penghuni pondok.
Satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak tersebut dievakuasi dari lokasi yang berada di sekitar kilometer 14 Jalan Kota Baru.
Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, yakni personel Korp Brimob Polri, Polsek Nanga Pinoh, TNI, Damkar Pemkab Melawi, Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Melawi, Badan Sosial Pencegahan Bahaya Kebakaran Nanga Pinoh, BPBD Melawi, Yayasan Sungai Kehidupan, serta Masyarakat Peduli Api.
Kapolres Melawi Polda Kalbar AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K., membenarkan adanya proses evakuasi tersebut.

Menurutnya, petugas harus menghadapi kondisi medan yang cukup berat untuk mencapai pondok tempat keluarga tersebut bertahan.
“Berada di antara kilometer empat belas Jalan Kota Baru, petugas harus menembus dan membuat jalur sendiri untuk mengevakuasi satu keluarga terdiri bapak, ibu dan anak dari pondok miliknya di Desa Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan. Awalnya tidak ingin dievakuasi oleh petugas dengan alasan menjaga kebun, hewan ternak dan mampu bertahan serta hendak menjaga pondok kebunnya dari kebakaran,” terang AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K.
Petugas kemudian memberikan pemahaman kepada keluarga tersebut mengenai kondisi di sekitar pondok.

Dengan pendekatan persuasif dan bahasa yang mudah dipahami, petugas menjelaskan bahwa posisi pondok sudah berada di tengah kepungan kebakaran.
“Dengan kejelian petugas dan diberikan pengertian mengingat di sekitar area pondoknya telah terkepung kebakaran yang merupakan lereng bukit, akhirnya dapat menerima dan mengikuti arahan,” lanjut AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K.
Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah. Lokasi pondok berada di kawasan lereng bukit dan cukup jauh dari jalan poros.

Selain itu, cuaca panas serta jarak pandang yang berkurang akibat kondisi sekitar menjadi tantangan tersendiri bagi personel.
Meski menghadapi berbagai kendala medan, proses evakuasi berhasil dilakukan dengan aman.
Tidak ada satu pun anggota keluarga yang mengalami cedera selama proses penyelamatan berlangsung.
Keberhasilan evakuasi tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan personel ketika melakukan penanganan Karhutla.

Selain berkonsentrasi pada pemadaman api, petugas juga harus memastikan tidak ada masyarakat yang masih berada di kawasan terdampak atau lokasi yang berpotensi terisolasi akibat kobaran api.
Kolaborasi berbagai unsur juga menjadi faktor penting dalam proses evakuasi.
Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, petugas pemadam, BPBD, relawan, dan masyarakat memungkinkan tindakan penyelamatan dilakukan secara cepat meski kondisi medan cukup sulit.
Setelah berhasil dievakuasi, satu keluarga tersebut diarahkan untuk kembali ke rumahnya demi memastikan keselamatan mereka selama kondisi kebakaran masih berlangsung di sekitar wilayah perkebunan.
AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan unsur Satgas Penanganan Karhutla yang telah menjalankan tugas dengan penuh dedikasi.
“Terhadap satu keluarga yang telah dievakuasi kami mengarahkan agar kembali ke rumahnya. Selaku Kapolres Melawi mengucapkan terima kasih kepada seluruh Satgas Penanganan Karhutla atas dedikasinya yang telah membantu evakuasi dan semoga menjadi amal kebaikan dalam pelaksanaan tugas,” pungkas AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan Karhutla agar selalu memperhatikan perkembangan kondisi lingkungan.
Ketika api mulai mendekati permukiman maupun pondok kebun, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama.







