Akarkata.com, Sambas, Kalbar – Kesigapan personel gabungan dalam menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Sambas mendapat apresiasi dari Komandan Kodim (Dandim) 1208/Sambas Letkol Inf Dwiyanto Kusumo M.A.P., Senin (07/09/2026).
Respons cepat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Begitu menerima informasi mengenai adanya titik panas atau hotspot, personel gabungan langsung melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengambil langkah penanganan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Personel Gabungan Bergerak Cepat
Penanganan Karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari anggota TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga unsur terkait lainnya. Mereka bekerja bersama untuk memastikan api dapat segera dikendalikan.
Dengan mengedepankan koordinasi dan kecepatan bertindak, personel di lapangan berjibaku melakukan pemadaman.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran api yang dapat mengancam kawasan di sekitarnya serta menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.
Keberadaan satgas gabungan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem respons terhadap Karhutla di Kabupaten Sambas.
Kolaborasi lintas unsur memungkinkan informasi mengenai titik api dapat segera ditindaklanjuti sebelum kondisinya semakin sulit dikendalikan.
Dandim Apresiasi Sinergitas Satgas
Dandim 1208/Sambas Letkol Inf Dwiyanto Kusumo M. A. P menyampaikan penghargaan kepada seluruh personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
Menurutnya, kesiapsiagaan dan respons cepat harus terus dipertahankan karena pencegahan maupun penanganan kebakaran membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Terima kasih atas kerja keras dan respons cepat seluruh personel di lapangan. Sinergitas seperti ini harus terus dipertahankan, karena penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak,” ujar Dandim.
Selain mengapresiasi petugas, Dandim mengingatkan masyarakat agar ikut berperan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api, khususnya ketika kondisi cuaca dapat meningkatkan risiko Karhutla.
“Jangan lengah. Setiap informasi mengenai titik api harus segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” tegasnya.
Sinergi antara TNI, Polri, MPA, masyarakat, dan unsur terkait diharapkan terus diperkuat.
Respons cepat dan koordinasi yang baik menjadi kunci untuk menekan risiko Karhutla sekaligus melindungi lingkungan serta masyarakat di Kabupaten Sambas.







