Akarkata.com, Sambas, Kalbar – Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Sambas mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Kondisi tersebut mendapat perhatian melalui penyaluran bantuan 6.000 liter air bersih kepada warga Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Senin (14/9/2026).
Bantuan air bersih tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang menghadapi keterbatasan sumber air selama musim kemarau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyaluran berlangsung sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WIB dengan menggunakan satu unit mobil tangki BPKS.
Distribusi air dilakukan ke dua wilayah dusun, sebanyak 2.500 liter air bersih diberikan kepada masyarakat Dusun Perigi Nyatu, sedangkan 3.500 liter lainnya disalurkan ke warga Dusun Sederas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Kalbar Dapil 4 dr. Hj. Juliarti Djuhardi Alwi, M.P.H., Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., Plt. Kapolsek Paloh AKP Hendri, Kepala Desa Matang Danau Halipi, personel Polsek Paloh, serta personel BKO Korps Brimob Mabes Polri.
Polsek Paloh Dukung Pemenuhan Air Bersih Warga

Plt. Kapolsek Paloh AKP Hendri melalui Ps. Kasihumas Polsek Paloh Bripka Bong Rafyanto Wijaya mengatakan, penyaluran air bersih menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.
Menurutnya, kondisi kemarau yang telah berlangsung sekitar satu bulan menyebabkan sejumlah sumber air masyarakat mengalami penurunan ketersediaan.
Situasi tersebut semakin menjadi perhatian karena bersamaan dengan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat memperburuk keadaan lingkungan.
Karena itu, bantuan air bersih diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain membantu distribusi air, jajaran Polsek Paloh juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan persediaan air secara bijaksana selama musim kemarau.
Warga juga diimbau menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Warga Diimbau Tidak Membakar Lahan

Bripka Bong Rafyanto Wijaya mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, terutama ketika kondisi vegetasi dan lingkungan sedang kering.
Pembakaran lahan pada musim kemarau berpotensi menyebabkan api lebih cepat meluas.
Selain mengancam keselamatan, kebakaran juga dapat menghasilkan asap yang mengganggu aktivitas masyarakat serta berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan.

Penyaluran 6.000 liter air bersih ke Desa Matang Danau menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau panjang di Kecamatan Paloh.
Sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan unsur terkait diharapkan dapat terus diperkuat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus mencegah meluasnya dampak karhutla.







