Akarkata.com, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat – Kodim 1206/Putussibau terus mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pembangunan sarana penyediaan air bersih.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan sumur bor di Desa Benuis, Kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Pembangunan sumur bor tersebut menjadi upaya untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan sumber air, terutama ketika musim kemarau menyebabkan kondisi lahan mengering.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Melalui fasilitas ini, masyarakat diharapkan memiliki alternatif sumber air yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan kapasitas sumur.
Selain menunjang kebutuhan warga, keberadaan sumur bor berpotensi membantu upaya pembasahan area tertentu serta mendukung pemadaman awal apabila terjadi kebakaran, dengan tetap memperhatikan ketersediaan air dan kondisi di lapangan.

Wilayah yang mengalami kekeringan memerlukan kesiapsiagaan serta kerja sama dari berbagai pihak.
Keterbatasan akses terhadap sumber air dapat menjadi kendala ketika masyarakat harus menghadapi kebakaran.
Oleh karena itu, penyediaan sarana air seperti sumur bor diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk memperkuat kesiapan menghadapi ancaman karhutla.
Dandim 1206/Putussibau, Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, S.I.Pem., M.I.P., M.Han., terus mendorong berbagai upaya yang mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan wilayah terhadap potensi kebakaran.

Pembangunan sumur bor di Desa Benuis menjadi salah satu bentuk dukungan tersebut, terutama dalam menghadapi tantangan kekeringan saat musim kemarau.
Menurutnya, penyediaan sumber air perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, khususnya ketika vegetasi dan lahan berada dalam kondisi kering.

“Kami terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, dan segera melaporkan apabila ditemukan titik api di wilayah masing-masing,” pesan Dandim.
Selain itu, masyarakat diharapkan menggunakan sumber air secara bijak dan menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Peran aktif warga dalam memantau kondisi lingkungan, menghindari aktivitas yang berisiko memicu kebakaran, serta melaporkan kejadian sejak dini menjadi bagian penting dari pencegahan karhutla.
Dengan adanya pembangunan sumur bor di Desa Benuis, Kodim 1206/Putussibau berharap ketersediaan sumber air dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi kekeringan sekaligus mendukung kesiapsiagaan dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kabupaten Kapuas Hulu.







