Akarkata.com, Ngabang, Landak – Program ketahanan pangan 1 Desa 1 Hektar kembali menunjukkan progres positif. Pemerintah Desa Mandor Kiru bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melaksanakan panen perdana tanaman jagung yang berlokasi di Dusun Mandor Kiru, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, pada Senin (02/02/2026).
Kegiatan panen yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dilaksanakan di lahan milik Anto yang dikelola oleh BUMDes Desa Mandor Kiru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jagung yang dipanen merupakan hasil penanaman sejak 8 Oktober 2025, dengan estimasi total produksi mencapai kurang lebih 500 kilogram.
Panen perdana ini turut dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Desa Mandor Kiru Aipda Victor, Ketua BUMDes Desa Mandor Kiru Anto, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) Hijau Subur Dusun Mandor Kiru.

Kehadiran berbagai unsur ini menjadi simbol sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan berbasis desa.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Ngabang AKP Zuanda, S.H., menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya panen perdana tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kemandirian pangan masyarakat.
“Panen jagung ini menjadi contoh positif bagaimana sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menghasilkan manfaat nyata. Program 1 Desa 1 Hektar sangat efektif untuk mendorong pemanfaatan lahan kosong dan memperkuat ketahanan pangan,” ujar AKP Zuanda.
Ia menambahkan bahwa meskipun hasil panen belum maksimal, semangat dan partisipasi masyarakat patut diapresiasi.
Hasil panen yang diperoleh menjadi bahan evaluasi bersama untuk peningkatan ke depan.
“Beberapa kendala seperti serangan hama, kondisi lahan berbukit, serta faktor cuaca memengaruhi hasil panen. Namun, hal ini menjadi pembelajaran agar pengelolaan pertanian selanjutnya dapat lebih optimal,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan briefing bersama Kelompok Wanita Tani, kemudian dilanjutkan dengan panen jagung dan proses pemipilan secara gotong royong.
Berdasarkan hasil analisa di lapangan, keterbatasan hasil panen dipengaruhi oleh serangan hama ulat saat musim hujan, struktur tanah yang berbukit terjal, serta pertumbuhan tanaman yang kurang optimal akibat perubahan musim.
Meski demikian, panen perdana ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya untuk memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan pertanian produktif, sekaligus mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan di wilayah Kabupaten Landak.
Update informasi Akarkata.com melalui Kanal Media Sosial Klik:









