Akarkata.com, Kalbar, Kalteng – Wilayah pesisir memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Karena itu, menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan pantai menjadi tanggung jawab bersama.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi nyata jajaran Kodaeral XII yang menggelar kegiatan kerja bakti serentak di berbagai wilayah pesisir dalam rangka mendukung Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) Presiden Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang berlangsung di kawasan pesisir Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan maritim.
Selain menciptakan kawasan pantai yang lebih sehat, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat.
Salah satu titik kegiatan berlangsung di Sungai Kakap.

Di wilayah ini, personel Posal bersama unsur TNI-Polri, pemerintah desa, masyarakat, serta PSDKP melakukan pembersihan area dermaga di Dermaga TPI Desa Sungai Kakap.
Lokasi tersebut merupakan pusat aktivitas nelayan yang setiap hari menjadi tempat bongkar muat hasil tangkapan.

Pembersihan difokuskan pada pengangkatan sampah, penataan area dermaga, serta penguatan kesadaran masyarakat agar tidak membuang limbah sembarangan ke sungai maupun laut.
Lingkungan pelabuhan yang bersih tidak hanya meningkatkan kenyamanan aktivitas ekonomi, tetapi juga mendukung kualitas kesehatan masyarakat pesisir secara keseluruhan.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Pesaguan Kiri, Kabupaten Ketapang.

Personel Pos Binpotmar melakukan kerja bakti di Masjid Nurul Hidayah sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus persiapan menyambut bulan suci Ramadan.
Selain membersihkan area ibadah, kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan antara prajurit dan masyarakat.
Semangat gotong royong yang tercipta mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana kehadiran aparat tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga kehidupan sosial dan spiritual warga.
Di wilayah lain, jajaran Lanal Kumai melalui Pos Binpotmar Samuda melaksanakan kerja bakti di kawasan Pelabuhan TPI Desa Sungai Ijum.
Bersama para pemangku kepentingan sektor perikanan serta masyarakat setempat, mereka membersihkan area pelabuhan guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan tertata.
Pelabuhan yang bersih memiliki dampak langsung terhadap kualitas hasil perikanan, efisiensi operasional, serta kenyamanan para pekerja.
Kondisi lingkungan yang higienis juga membantu mengurangi risiko penyakit dan pencemaran, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih optimal.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak terbatas pada penjagaan kedaulatan laut.
Peran sosial dan lingkungan juga menjadi bagian penting dari tugas pengabdian, khususnya dalam menjaga keberlanjutan wilayah pesisir yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Program kerja bakti yang dilaksanakan serentak ini menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor merupakan kunci utama dalam menjaga lingkungan.
Kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat mampu menciptakan perubahan nyata yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga.
Lebih dari sekadar kegiatan bersih-bersih, aksi ini merupakan bentuk edukasi lingkungan yang berkelanjutan.
Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan wilayah pesisir diharapkan terus tumbuh, sehingga lingkungan laut tetap terjaga, produktivitas ekonomi meningkat, dan kesehatan masyarakat semakin baik.
Komitmen menjaga kebersihan pesisir sekaligus memperkuat hubungan sosial inilah yang menjadi semangat utama pelaksanaan Program ASRI di berbagai daerah.
Dengan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, lingkungan pantai yang aman, sehat, dan indah bukan sekadar harapan, tetapi dapat menjadi realitas yang berkelanjutan.







