Akarkata.com, Pontianak – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat untuk memperkuat pembinaan rohani dan mental anggota.
Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto bersama Wakapolda serta Pejabat Utama (PJU) melaksanakan salat Isya dan tarawih berjamaah di Masjid An-Nur Mapolda Kalbar, Sabtu (22/2/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB itu diikuti oleh personel kepolisian serta jamaah masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ibadah bersama tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat keimanan sekaligus membangun kebersamaan antara pimpinan dan anggota selama Ramadan 1447 Hijriah.
Ajakan Memakmurkan Masjid

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kalbar mengajak seluruh anggota Polri yang beragama Islam untuk aktif memakmurkan masjid.
Ia menekankan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat memperbaiki kualitas ibadah, salah satunya dengan rutin melaksanakan salat sunnah tarawih secara berjamaah.
Menurutnya, peningkatan spiritualitas sangat penting bagi aparat penegak hukum.
Ketika iman dan integritas kuat, pelaksanaan tugas pelayanan masyarakat akan lebih baik dan humanis.
Kegiatan ibadah berjamaah juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pimpinan dan anggota.
Selain menjalankan tugas profesional, polisi juga diharapkan memiliki keseimbangan antara aspek pekerjaan dan kehidupan spiritual.
Tausiyah tentang Makna Ramadan

Kuliah tujuh menit (kultum) disampaikan oleh Ustaz Lahzami As’ad.
Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa Ramadan merupakan bulan penuh keberkahan sekaligus masa pembuktian keimanan.
Ia menyebutkan bahwa pada awal Ramadan semangat beribadah biasanya meningkat.
Namun, hanya orang-orang yang istiqamah hingga akhir bulan yang benar-benar memperoleh derajat ketakwaan.
Ustaz juga mengingatkan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga.
Seorang Muslim harus menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang dapat mengurangi pahala ibadah.
Ia mencontohkan pentingnya menjaga pandangan, pendengaran, serta ucapan agar tetap sesuai tuntunan agama.
Dengan demikian, puasa menjadi sarana pembentukan karakter, bukan sekadar ritual tahunan.
Pembinaan Mental Personel

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono menyampaikan bahwa kegiatan tarawih berjamaah merupakan bagian dari pembinaan mental dan spiritual anggota kepolisian.
Menurutnya, Ramadan adalah kesempatan memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.
Nilai-nilai religius yang tertanam diharapkan berdampak pada kinerja personel dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Ia menilai anggota Polri yang memiliki ketenangan batin akan lebih bijaksana dalam mengambil keputusan serta lebih sabar menghadapi masyarakat.
Karena itu, jajaran Polda Kalbar mendorong anggota memanfaatkan bulan suci dengan memperbanyak ibadah, termasuk salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan mengikuti kajian keagamaan.
Dampak Positif bagi Pelayanan Masyarakat
Pembinaan rohani dianggap penting dalam membentuk karakter polisi yang humanis dan profesional.
Dengan kepribadian yang baik, pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih santun dan persuasif.
Kegiatan keagamaan juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antaranggota.
Hubungan kerja yang harmonis akan meningkatkan soliditas organisasi dan koordinasi dalam pelaksanaan tugas keamanan.
Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam ibadah berjamaah di lingkungan Mapolda menciptakan komunikasi yang lebih terbuka.
Masyarakat dapat mengenal aparat secara lebih dekat di luar situasi formal penegakan hukum.
Ramadan sebagai Momentum Perbaikan Diri
Ramadan sering disebut sebagai bulan pendidikan spiritual.
Melalui ibadah puasa, umat Islam dilatih mengendalikan diri, menumbuhkan empati, serta meningkatkan kepedulian sosial.
Nilai-nilai tersebut relevan dengan tugas kepolisian yang menuntut kesabaran dan integritas tinggi.
Polisi diharapkan tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki moral yang baik.
Dengan rutin melaksanakan tarawih berjamaah, diharapkan personel semakin disiplin, jujur, dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah negara.
Membangun Polisi Religius dan Humanis
Kegiatan tarawih berjamaah di Masjid An-Nur Mapolda Kalbar diharapkan menjadi tradisi positif selama Ramadan.
Selain meningkatkan ibadah, kegiatan ini memperkuat citra polisi sebagai bagian dari masyarakat.
Pendekatan spiritual dipercaya mampu menciptakan aparat yang lebih empatik dalam menghadapi persoalan sosial.
Polisi tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pengayom.
Melalui kegiatan religius bersama, Polda Kalbar berharap terbentuk anggota Polri yang profesional, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial tinggi.
Dengan demikian, Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah personal, tetapi juga sarana membangun karakter aparat negara yang lebih baik dalam melayani masyarakat Kalimantan Barat.











