Akarkata.com, Singkawang – Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) XII Laksamana Muda TNI Sawa, S.E., M.M., CIQaR menghadiri puncak rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dalam Festival Cap Go Meh Tahun 2026 di Kota Singkawang, Selasa (03/03/2026).
Kehadiran Kodaeral XII dalam perayaan budaya tahunan tersebut menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung persatuan bangsa, menjaga harmoni sosial, serta memastikan setiap kegiatan budaya berlangsung aman dan kondusif di wilayah Kalimantan Barat.
Dihadiri Pejabat Tinggi Negara dan Forkopimda
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Festival Cap Go Meh 2026 di Singkawang turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan daerah.
Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, serta Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.


Selain itu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat juga hadir memeriahkan perayaan yang menjadi magnet budaya berskala nasional bahkan internasional tersebut.
Partisipasi para pejabat negara menunjukkan bahwa Festival Cap Go Meh bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan simbol kuat persatuan dalam keberagaman.
Tahun Kuda Api: Simbol Energi dan Kreativitas

Festival Cap Go Meh Tahun 2026 yang bertepatan dengan Tahun “Kuda Api” dimaknai sebagai momentum untuk mengelola semangat, energi, dan keberanian menjadi kreativitas yang bijaksana.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi pemukulan loku sebagai tanda resmi dibukanya festival.
Tradisi tersebut menjadi simbol dimulainya perayaan puncak Imlek yang penuh makna.
Setelah prosesi pembukaan, parade tatung digelar dan menjadi daya tarik utama.
Atraksi tatung yang sarat nilai spiritual dan budaya ini semakin mengukuhkan identitas Singkawang sebagai kota dengan tradisi Tionghoa yang kuat serta harmonis dengan budaya lokal.
Singkawang, Representasi Nyata Toleransi Indonesia

Kota Singkawang selama ini dikenal luas sebagai “Kota Toleransi” dan “Kota Seribu Kelenteng”.
Predikat tersebut bukan sekadar slogan, melainkan tercermin dalam kehidupan masyarakatnya yang rukun dan saling menghormati antarumat beragama.
Festival Cap Go Meh menjadi bukti nyata bagaimana keberagaman dapat dirayakan dalam suasana damai dan penuh kegembiraan.
Melalui parade tatung dan berbagai pertunjukan seni budaya, masyarakat lintas etnis dan agama turut berpartisipasi serta menyaksikan perayaan dengan penuh antusias.
Peran Kodaeral XII dalam Menjaga Harmoni

Kehadiran Laksamana Muda TNI Sawa, S.E., M.M., CIQaR dalam perayaan Cap Go Meh 2026 mencerminkan dukungan TNI AL terhadap upaya memperkuat persatuan nasional.
Sebagai unsur pertahanan negara di wilayah perairan, Kodaeral XII memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan Kalimantan Barat.
Partisipasi dalam kegiatan budaya seperti ini menjadi bentuk pendekatan humanis sekaligus penguatan sinergi antara TNI dan masyarakat.
Kehadiran aparat negara di tengah masyarakat dalam momentum budaya juga memberikan rasa aman serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan kondusif.
Cap Go Meh sebagai Aset Budaya dan Pariwisata

Festival Cap Go Meh 2026 tidak hanya berdampak pada aspek sosial dan budaya, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Ribuan pengunjung dari berbagai daerah bahkan mancanegara hadir untuk menyaksikan parade tatung dan rangkaian kegiatan lainnya.
Hal ini mendorong perputaran ekonomi melalui sektor UMKM, perhotelan, kuliner, serta transportasi.
Dengan pengamanan yang optimal dan dukungan lintas instansi, perayaan berlangsung lancar hingga selesai.
Komitmen Jaga Persatuan di Tengah Keberagaman

Melalui kehadiran Kodaeral XII dalam Festival Cap Go Meh 2026, TNI Angkatan Laut menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Momentum Cap Go Meh di Singkawang menjadi pengingat bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk memperkokoh persatuan bangsa.
Dengan semangat Tahun Kuda Api yang penuh energi dan keberanian, Festival Cap Go Meh 2026 diharapkan semakin memperkuat citra Singkawang sebagai simbol toleransi dan persaudaraan Indonesia di mata dunia.









