Akarkata.com, Singkawang – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., melakukan peninjauan langsung terhadap latihan tempur yang dilaksanakan oleh prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 645/Gardatama Yudha.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan latihan Pangmilang Komplek, Singkawang Selatan, pada Rabu (4/3/2026).
Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya pimpinan Kodam XII/Tanjungpura untuk memastikan kesiapan operasional prajurit sebelum menjalankan tugas di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Latihan yang digelar merupakan bagian dari Program Satuan Siap Bertempur (PSSB) yang bertujuan meningkatkan kemampuan tempur prajurit secara menyeluruh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap personel memiliki kemampuan fisik, mental, serta keterampilan teknis yang optimal dalam menghadapi berbagai situasi di medan operasi.
Latihan PSSB Tingkatkan Kesiapan Tempur Prajurit

Latihan Program Satuan Siap Bertempur (PSSB) merupakan salah satu program pembinaan satuan di lingkungan TNI Angkatan Darat yang dirancang untuk menguji kesiapan prajurit secara menyeluruh.
Dalam latihan ini, para prajurit tidak hanya dilatih dari segi kemampuan taktis di lapangan, tetapi juga diuji ketahanan fisik, kesiapan mental, serta kemampuan pengambilan keputusan dalam situasi tempur.
Latihan ini menjadi tahapan penting sebelum satuan diterjunkan dalam berbagai tugas operasi, baik operasi militer perang maupun operasi militer selain perang.
Dengan pelaksanaan latihan yang terencana dan terukur, diharapkan prajurit Yonif 645/Gardatama Yudha dapat menjalankan tugas dengan profesional dan penuh tanggung jawab.
Pangdam Terima Paparan Kesiapan Satuan

Dalam kunjungan tersebut, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menerima paparan dari unsur pimpinan satuan terkait pelaksanaan latihan dan kesiapan operasional prajurit.
Paparan tersebut disampaikan oleh Kasbrigif 19/Khatulistiwa Letkol Inf Nasli, S.Sos serta Komandan Yonif 645/Gardatama Yudha Letkol Inf Yan Rangga Rahabistara.
Dalam pemaparannya, kedua perwira tersebut menjelaskan secara rinci mengenai skenario latihan yang dilaksanakan, tahapan latihan yang sedang berjalan, serta kesiapan personel dan materiil yang digunakan dalam kegiatan tersebut.
Paparan ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi kesiapan satuan sebelum prajurit diterjunkan ke medan tugas yang sebenarnya.
Evaluasi Latihan Harus Dilakukan Secara Objektif
Saat memberikan pengarahan kepada para pelatih dan komandan satuan, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menegaskan bahwa kualitas latihan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas di lapangan.
Menurutnya, setiap latihan harus dijadikan sarana evaluasi yang objektif guna mengetahui berbagai kekurangan yang masih perlu diperbaiki.
“Laksanakan evaluasi secara objektif. Setiap kekurangan yang ditemukan dalam simulasi ini harus segera diperbaiki agar tidak menjadi kendala di medan tugas yang sebenarnya,” tegas Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.
Ia menambahkan bahwa proses latihan harus dilakukan secara maksimal agar prajurit memiliki kesiapan yang optimal saat menghadapi tantangan di medan operasi.
Pangdam Tekankan Faktor Keamanan Selama Latihan
Selain menyoroti kualitas latihan, Pangdam XII/Tanjungpura juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keamanan selama kegiatan berlangsung.
Ia mengingatkan seluruh personel yang terlibat dalam latihan agar selalu mematuhi prosedur keamanan serta menjalankan setiap tahapan latihan dengan disiplin tinggi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalisir potensi risiko yang dapat membahayakan prajurit maupun merusak perlengkapan militer yang digunakan dalam latihan.
Dengan menerapkan standar keamanan yang ketat, latihan dapat berjalan dengan lancar sekaligus memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan kemampuan prajurit.
Motivasi Pangdam untuk Prajurit Yonif 645/Gty
Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito juga memberikan motivasi kepada para prajurit yang sedang mengikuti latihan.
Ia menekankan pentingnya menjaga kehormatan satuan serta menjunjung tinggi nilai-nilai dasar keprajuritan yang menjadi pedoman setiap prajurit TNI.
Nilai-nilai tersebut tercermin dalam Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI, yang harus selalu dijadikan landasan dalam menjalankan tugas negara.
Pangdam juga mengingatkan bahwa profesionalisme prajurit tidak hanya diukur dari kemampuan tempur, tetapi juga dari sikap disiplin, loyalitas, serta dedikasi terhadap bangsa dan negara.
Yonif 645/Gardatama Yudha Dipersiapkan Hadapi Tugas Operasi
Melalui latihan intensif yang dilakukan dalam program PSSB ini, prajurit Yonif 645/Gardatama Yudha dipersiapkan untuk menghadapi berbagai tugas operasi yang menuntut kesiapan tinggi.
Latihan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam membentuk prajurit yang tangguh, profesional, dan siap menjalankan berbagai penugasan di wilayah Indonesia.
Pangdam XII/Tanjungpura berharap seluruh prajurit dapat memanfaatkan latihan ini sebagai sarana meningkatkan kemampuan diri serta memperkuat soliditas satuan.
“Saya harapkan melalui latihan ini, prajurit Yonif 645/Gty benar-benar berada dalam kondisi siap operasional. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan loyalitas tanpa batas,” pungkas Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.
Komitmen Kodam XII/Tanjungpura Tingkatkan Profesionalisme Prajurit
Kegiatan peninjauan latihan tempur ini menunjukkan komitmen pimpinan Kodam XII/Tanjungpura dalam meningkatkan profesionalisme prajurit.
Melalui pembinaan satuan yang berkelanjutan, TNI Angkatan Darat terus berupaya memastikan setiap prajurit memiliki kemampuan tempur yang handal serta siap menjalankan tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan latihan yang terstruktur dan pengawasan langsung dari pimpinan, diharapkan prajurit Yonif 645/Gardatama Yudha dapat menjadi satuan yang selalu siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
(Pendam XII/Tpr)







