Akarkata.com, Sambas, Kalbar – Rasa syukur atas selesainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap IV (Jenis Armco) diwujudkan masyarakat melalui pelaksanaan tradisi adat Bepapas yang digelar di Desa Tekarang, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas, Senin (1/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Danramil 1208-03/Tebas Kapten Inf Sulistiono bersama anggota Koramil sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Tradisi Bepapas merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Melayu Sambas yang masih terus dilestarikan hingga saat ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tradisi tersebut memiliki makna mendalam sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus doa agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.
Pelaksanaan adat yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Tekarang H. Agus Juhdi, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga dari berbagai dusun yang turut merasakan manfaat dari pembangunan jembatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kapten Inf Sulistiono menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap IV (Armco) memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat.

Jembatan tersebut menjadi penghubung antara Dusun Sumber Sari dan Dusun Sumber Rezeki di Desa Tekarang yang selama ini membutuhkan akses transportasi yang lebih baik.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam mendukung pembangunan infrastruktur pedesaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jembatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, baik dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, maupun keagamaan. Kehadiran infrastruktur yang memadai akan memperlancar mobilitas warga dan membuka peluang perkembangan wilayah yang lebih baik,” ujar Kapten Inf Sulistiono.

Jembatan Armco yang dibangun memiliki panjang sekitar 12 meter dan lebar 4 meter, dilengkapi dengan sandaran atau railing berbahan pipa galvanis berdiameter 2 inci, tiang beton, serta pagar beton bertulang yang dirancang untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna.
Sementara itu, Kepala Desa Tekarang H. Agus Juhdi menyampaikan apresiasi atas bantuan pembangunan jembatan yang sangat dinantikan masyarakat.
Menurutnya, akses penghubung tersebut memberikan dampak positif terhadap berbagai aktivitas warga sehari-hari.

“Kami sangat bersyukur karena jembatan bantuan Presiden Republik Indonesia ini sangat membantu masyarakat. Melalui tradisi adat Bepapas, kami memohon agar jembatan yang telah dibangun membawa manfaat, keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh warga,” ungkap H. Agus Juhdi.
Suasana kebersamaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Warga secara sukarela bergotong royong mempersiapkan seluruh rangkaian acara adat hingga selesai.
Semangat kebersamaan tersebut menjadi bukti kuatnya nilai budaya dan solidaritas masyarakat Melayu Sambas yang tetap terjaga hingga kini.
Dengan hadirnya Jembatan Aramco di Desa Tekarang, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin baik, aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar, serta mampu mendorong percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.









