Akarkata.com, Kubu Raya, Kalbar – Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Tidayu, Makodam XII/Tanjungpura, Senin (1/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam XII/Tanjungpura, Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., M.M., selaku Inspektur Upacara.
Upacara diikuti oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodam XII/Tanjungpura.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi sarana penting untuk memperkuat semangat kebangsaan, meningkatkan rasa cinta tanah air, serta memperteguh komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maupun pelaksanaan tugas sebagai aparat negara.
Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”
Tema tersebut menegaskan peran strategis Pancasila sebagai dasar negara yang mampu menyatukan keberagaman bangsa Indonesia sekaligus menjadi inspirasi dalam mewujudkan perdamaian di tingkat global.
Hari Lahir Pancasila Bukan Sekadar Seremoni Tahunan

Dalam amanatnya, Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., M.M. membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.
Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai hanya sebagai agenda seremonial tahunan.
Lebih dari itu, peringatan setiap tanggal 1 Juni harus menjadi momentum refleksi bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup, berkembang, dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila merupakan fondasi utama yang telah mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang kuat dan mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan sepanjang sejarah.
Di tengah perkembangan zaman yang terus berubah, nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai pedoman dalam menjaga keutuhan bangsa dan memperkuat karakter nasional.
Pancasila Terbukti Menjadi Pemersatu Keberagaman Indonesia

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat keberagaman sangat tinggi.
Dengan ribuan pulau, ratusan kelompok etnis, beragam budaya, bahasa, dan agama, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga persatuan nasional.
Namun demikian, Pancasila telah membuktikan diri sebagai kekuatan pemersatu bangsa yang mampu menyatukan seluruh keberagaman tersebut dalam satu identitas kebangsaan Indonesia.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi dasar bagi terciptanya kehidupan yang harmonis di tengah perbedaan.
Prinsip persatuan, gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas nasional dan memperkuat integrasi bangsa.
Keberhasilan Indonesia mempertahankan persatuan di tengah keberagaman sering menjadi contoh bagi banyak negara lain yang menghadapi tantangan serupa.
Pancasila Menjadi Jangkar Moral Menghadapi Tantangan Global

Selain menjadi pemersatu bangsa, Pancasila juga memiliki peran penting sebagai jangkar moral dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
Perkembangan teknologi digital, revolusi industri, perubahan sosial yang cepat, serta dinamika geopolitik internasional menuntut bangsa Indonesia memiliki fondasi nilai yang kuat.
Dalam konteks tersebut, Pancasila menjadi pedoman yang mampu menjaga arah pembangunan bangsa agar tetap berlandaskan nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan.
Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila juga menjadi benteng dalam menghadapi berbagai ancaman yang berpotensi memecah belah bangsa, termasuk penyebaran paham radikal, intoleransi, hoaks, hingga konflik sosial yang dapat mengganggu persatuan nasional.
Oleh karena itu, implementasi nilai-nilai Pancasila harus terus diperkuat di berbagai sektor kehidupan, mulai dari lingkungan keluarga, pendidikan, pemerintahan, hingga institusi pertahanan dan keamanan.
Kasdam XII/Tpr Ajak Prajurit Menjadi Teladan Pengamalan Pancasila

Sebagai bagian dari komponen utama pertahanan negara, prajurit TNI memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Oleh sebab itu, pengamalan nilai-nilai Pancasila harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan setiap prajurit.
Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., M.M. mengajak seluruh prajurit dan PNS Kodam XII/Tanjungpura untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas.
Menurutnya, semangat persatuan, loyalitas kepada bangsa, serta dedikasi dalam pengabdian harus senantiasa berlandaskan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, kuat karena semangat persatuannya, dan kokoh karena nilai-nilai kemanusiaannya. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa,” tegasnya.
Perkuat Nasionalisme dan Pengabdian kepada Bangsa

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di lingkungan Kodam XII/Tanjungpura tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat semangat nasionalisme dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Melalui kegiatan ini, seluruh prajurit dan PNS Kodam XII/Tpr diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang diemban.
Semangat Pancasila harus tercermin dalam sikap profesional, disiplin, loyal, serta berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.
Dengan memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila, Kodam XII/Tanjungpura berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara, memperkokoh persatuan bangsa, dan mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia yang maju, aman, dan sejahtera.
(Pendam XII/Tpr)









