Akarkata.com, Pontianak, Kalbar – Komandan Korem (Danrem) 121/Alambhana Wanawai (ABW) Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., selaku Komandan Kolakopsrem (Dankolakopsrem) 121/ABW, secara resmi melepas keberangkatan personel Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Malaysia Yonarhanud 1/PBC Kostrad dan Yonkav 3/AC yang telah menyelesaikan masa tugas operasinya di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.
Prosesi pelepasan berlangsung di Pelabuhan Dwikora, Pontianak Kota, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (7/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Danrem didampingi Wadan Kolakopsrem 121/ABW Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki, S.I.P., beserta para Kepala Seksi (Kasi) Korem 121/ABW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seluruh personel diberangkatkan menuju homebase menggunakan KRI Teluk Calang setelah menuntaskan operasi pengamanan selama kurang lebih 12 bulan.
Satgas Pamtas Yonarhanud 1/PBC Kostrad dan Yonkav 3/AC sebelumnya melaksanakan tugas menjaga keamanan di sepanjang garis perbatasan Indonesia–Malaysia di wilayah Kalimantan Barat.
Setelah masa penugasan berakhir, estafet pengamanan kini dilanjutkan oleh Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani dan Yonarmed 13/Nanggala.
Dalam amanatnya, Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han. menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dedikasi seluruh prajurit yang telah berhasil menuntaskan tugas operasi dengan baik, aman, dan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa tugas operasi merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi setiap prajurit TNI karena menjadi bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Jadikan pengalaman tugas menjadi pengalaman yang paling berharga karena tugas operasi merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi setiap Prajurit TNI. Karena di situlah bentuk nyata pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara,” ujar Brigjen TNI Purnomosidi.
Selama kurang lebih satu tahun bertugas di pos-pos perbatasan, personel Satgas Pamtas tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan wilayah, tetapi juga mencatat berbagai keberhasilan penting dalam menjaga kedaulatan negara.
Di antaranya adalah menggagalkan upaya penyelundupan narkotika serta memberikan efek tangkal terhadap berbagai aktivitas ilegal yang dilakukan oleh oknum di kawasan perbatasan Indonesia dan Malaysia.
Menurut Dankolakopsrem 121/ABW, capaian tersebut merupakan hasil dari disiplin, loyalitas, dedikasi, serta semangat juang tinggi yang dimiliki seluruh personel selama menjalankan tugas negara.
Menutup arahannya, Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han. berpesan agar seluruh prajurit segera beradaptasi dengan aktivitas di satuan masing-masing setelah kembali ke homebase.
Ia juga menitipkan salam hormat dan rasa bangga kepada keluarga para prajurit yang telah memberikan doa, dukungan, serta pengorbanan selama mereka menjalankan penugasan di wilayah perbatasan.
“Sampaikan juga salam hormat dan bangga saya kepada keluarga kalian yang telah setia mendoakan agar selalu selamat dalam menjalankan tugas. Selamat jalan dan selamat sampai di tempat tujuan,” pungkasnya.
Pelepasan Satgas Pamtas RI–Malaysia ini menjadi simbol berakhirnya satu siklus pengabdian yang penuh dedikasi sekaligus awal bagi satuan pengganti untuk melanjutkan tugas menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.







