Akarkata.com, Sanggau, Kalbar – Kodim 1204/Sanggau yang diwakili Perwira Seksi Personel (Pasi Pers) Kapten Inf Y. Santos menghadiri acara Penutupan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau Tahun 2026 yang digelar di Rumah Betang Raya Dori’ Mpulor, Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kamis (9/7/2026) malam.
Perhelatan budaya tahunan yang mengusung tema “Lestari dan Bermartabat” tersebut menjadi puncak rangkaian perayaan adat masyarakat Dayak sekaligus momentum mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, dan memperkuat identitas daerah.
Kehadiran Kodim 1204/Sanggau menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara penutupan dihadiri Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau Drs. Aswin Khatib, Ketua DPRD Kabupaten Sanggau Hendrikus Hengki, S.T., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Raja Sanggau Drs. Gusti Arman, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau Urbanus, S.Sos., Ketua Panitia Marselus Junihardi, S.Hut., para Ketua DAD Kecamatan, delegasi Dayak dari Sarawak, Malaysia, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia, dilanjutkan pengumuman sekaligus penyerahan piala bergilir kepada juara umum berbagai perlombaan, persembahan lagu oleh Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si., doa penutupan, hingga pertunjukan seni dan budaya yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Marselus Junihardi, S.Hut. menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII.

Ia menilai keberhasilan acara tidak terlepas dari sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, serta partisipasi aktif masyarakat yang bersama-sama menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan semangat gotong royong, menjaga persatuan, serta melestarikan adat dan budaya Dayak sebagai warisan leluhur yang menjadi kebanggaan Kabupaten Sanggau.
Sementara itu, Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si. menegaskan bahwa Gawai Dayak bukan sekadar pesta budaya, melainkan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen dan berbagai berkat yang diterima masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi media pewarisan nilai-nilai luhur kepada generasi muda agar tetap mencintai budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
Bupati menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sanggau berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah menuju visi “Sanggau Maju, Berkeadilan, dan Berkelanjutan.”
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis untuk mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, pengamanan dilakukan secara terpadu oleh personel Kodim 1204/Sanggau, Polres Sanggau, Kompi A Brimob Sanggau, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta panitia penyelenggara.
Sinergi lintas instansi tersebut berhasil menciptakan suasana yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh peserta.
Penutupan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau Tahun 2026 menjadi simbol kuatnya persatuan, semangat kebersamaan, dan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Dayak sebagai identitas serta kekayaan budaya bangsa Indonesia.
(Pendim 1204/Sanggau)







