Akarkata.com, Ketapang, Kalimantan Barat – Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta masyarakat menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk ikhtiar memohon keselamatan, perlindungan, kesehatan, sekaligus turunnya hujan bagi wilayah Kabupaten Ketapang.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Ketapang, Minggu (9/8/2026), tersebut diikuti sekitar 400 peserta.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dengan melibatkan para pemuka agama dari berbagai keyakinan yang secara bersama-sama memanjatkan doa untuk kebaikan masyarakat dan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Ketapang H. Achmad Sholeh, ST., M.Sos., Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., serta jajaran Forkopimda Kabupaten Ketapang dan tokoh lintas agama.
Forkopimda dan Tokoh Agama Bersatu dalam Doa

Sejumlah pejabat dan unsur pimpinan daerah turut hadir.
Dandim 1203 Ketapang diwakili Pasi Ops Kapten Inf. Andri Fitri, sementara Danlanal diwakili Danposal Delta Pawan Kapten Laut (S) Arif Furqan Karim.
Hadir pula Kajari Ketapang yang diwakili Kaur Kepegawaian Efga Rinosya, A.Md., Ketua PCNU Ketapang Abdullah Faqir, Ketua PGKK Ketapang Pdt. Jantje Thiamsing Abidano, S.Th., personel Polres Ketapang, serta masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa doa bersama tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kabupaten Ketapang.
Bupati Ketapang: Doa Menjadi Bentuk Ikhtiar Bersama

Dalam sambutannya, Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan doa bersama lintas agama tersebut.
Alexander Wilyo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat Kabupaten Ketapang senantiasa memperoleh kesehatan, keselamatan, perlindungan, serta dijauhkan dari berbagai penyakit, bencana, ancaman dan marabahaya.
Selain keselamatan masyarakat, doa bersama juga secara khusus ditujukan agar Kabupaten Ketapang memperoleh curah hujan yang cukup dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
“Melalui doa bersama ini, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan mukjizat berupa turunnya hujan yang cukup dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Ketapang,” ujar Alexander Wilyo.
Menurutnya, kondisi yang dihadapi masyarakat harus disikapi dengan semangat kebersamaan.
Ia berharap seluruh masyarakat tetap diberikan kekuatan dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Alexander juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan seluruh elemen masyarakat sebagai modal dalam membangun Kabupaten Ketapang agar semakin maju, mandiri, aman dan sejahtera.
Enam Agama Memanjatkan Doa

Prosesi doa bersama dilaksanakan secara lintas agama.
Masing-masing pemuka agama menyampaikan doa sesuai keyakinan masing-masing, namun memiliki tujuan yang sama, yakni memohon keselamatan, kesehatan, perlindungan dan kebaikan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang.
Dari agama Islam, doa dipimpin Drs. KH. Abdullah Al-Fakir, SE., ME. Kemudian dari Katolik oleh Romo Laurensius Sutadi, Kristen oleh Pdt. Jantje Thiamsing Abidano, S.Th., Hindu oleh I. Nengah Giri Widya Adi Atmaeda, Buddha oleh Pandita Muda Sudarso, serta Konghucu oleh Edi Sayuti.
Kehadiran pemuka enam agama dalam satu kegiatan tersebut menjadi gambaran kuat mengenai semangat toleransi dan kerukunan masyarakat Ketapang.
Kapolres Ketapang Tekankan Persatuan dan Toleransi

Sementara itu, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., menyampaikan bahwa doa bersama lintas agama tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa keberagaman agama dapat menjadi kekuatan dalam membangun persatuan.
Masyarakat dari berbagai latar belakang keyakinan dapat duduk bersama, menjaga toleransi dan memanjatkan doa untuk keselamatan daerah.
Kapolres Ketapang bersama jajarannya turut mengikuti kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya bersama menjaga keamanan, ketertiban dan keselamatan masyarakat.
Ia berharap semangat persaudaraan yang tercipta melalui kegiatan tersebut dapat terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.
Berlangsung Aman dan Khidmat

Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian doa bersama lintas agama berjalan aman, tertib dan penuh kekhidmatan.
Peserta mengikuti setiap prosesi dengan penuh penghormatan terhadap keberagaman keyakinan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan bahwa menghadapi berbagai tantangan daerah tidak hanya membutuhkan langkah pemerintah dan aparat, tetapi juga dukungan serta kebersamaan masyarakat.
Doa bersama lintas agama di Kabupaten Ketapang diharapkan dapat mempererat solidaritas, memperkokoh toleransi dan meningkatkan kepedulian antarmasyarakat.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama agar Kabupaten Ketapang senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, kesejahteraan serta curah hujan yang cukup dan bermanfaat bagi masyarakat.







