Akarkata.com, Boyan Tanjung, Kapuas Hulu – Upaya mencegah dan menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat jajaran Polsek Boyan Tanjung bersama berbagai unsur terkait.
Memasuki musim kemarau, kesiapsiagaan menjadi perhatian penting untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.
Sebagai langkah konkret, Polsek Boyan Tanjung bersama pemerintah kecamatan, TNI, perusahaan, BPP, pemerintah desa dan masyarakat menggelar Apel Siaga Penanganan Karhutla di halaman Kantor Kecamatan Boyan Tanjung, Rabu (12/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan diikuti kurang lebih 50 peserta.
Apel tersebut dihadiri Camat Boyan Tanjung Aswad Malik, S.E., Kapolsek Boyan Tanjung Ipda Egidius Egi, S.H., M.H., Danramil 1206-08/Bunut Hilir-Boyan Tanjung Peltu Benhard beserta personel, jajaran Polsek Boyan Tanjung, perwakilan PT CAE (Ceram Agrotama Energi), PT SBE (Sempinur Bunga Energi), BPP Kecamatan Boyan Tanjung, para kepala desa se-Kecamatan Boyan Tanjung serta unsur Masyarakat Peduli Api (MPA).
Pastikan Personel dan Peralatan Siap

Dalam kegiatan tersebut, kesiapan personel menjadi salah satu fokus utama.
Selain memastikan setiap unsur memahami tugas dan tanggung jawabnya, dilakukan pula pengecekan terhadap sarana dan prasarana pemadam kebakaran.
Kapolsek Boyan Tanjung Ipda Egidius Egi, S.H., M.H., mengatakan apel siaga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi sebelum potensi Karhutla terjadi.
“Kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini. Kita tidak hanya fokus pada pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mengedepankan upaya pencegahan melalui patroli, deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat,” ujar Kapolsek Boyan Tanjung.
Selain pengecekan peralatan, peserta juga melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi rawan Karhutla.
Pemetaan tersebut menjadi bagian dari dasar pelaksanaan patroli dan pemantauan secara rutin serta terpadu.
Dilanjutkan Simulasi Penanganan Karhutla

Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan dan pemadaman Karhutla.
Simulasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan personel maupun unsur terkait ketika menghadapi kondisi kebakaran di lapangan.
Masing-masing unsur juga melakukan pengecekan terhadap sarana pemadam yang dimiliki untuk memastikan seluruh peralatan dapat digunakan dengan baik apabila sewaktu-waktu diperlukan.
Kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting karena penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat dan koordinasi yang terintegrasi.
Polri, TNI, pemerintah, perusahaan dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam upaya pencegahan hingga penanganan kebakaran.
Masyarakat Diajak Cegah Karhutla

Kapolsek menegaskan bahwa pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan aparat.
Kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan menjadi bagian penting dalam menekan potensi munculnya titik api.
“Penanganan Karhutla bukan tugas satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkesinambungan dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha hingga masyarakat,” tambah Ipda Egidius Egi, S.H., M.H.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
Informasi yang disampaikan sejak awal diharapkan dapat mempercepat tindakan di lapangan.
Karhutla sendiri dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, terganggunya aktivitas masyarakat hingga munculnya kabut asap yang dapat menyebar ke wilayah lain.
Melalui apel siaga dan simulasi tersebut, Polsek Boyan Tanjung bersama seluruh stakeholder menegaskan komitmen untuk memperkuat deteksi dini, pencegahan, patroli dan penanganan Karhutla.
Dengan kesiapan serta sinergi yang berkelanjutan, potensi kebakaran di wilayah Kecamatan Boyan Tanjung diharapkan dapat ditekan sehingga keamanan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.







