Akarkata.com, Singkawang, Kalbar – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Singkawang terus dilakukan secara intensif.
Di tengah cuaca panas terik dan tiupan angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api, unsur TNI-Polri bersama pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat turun langsung melakukan pemadaman di kawasan Kelurahan Pangmilang dan Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Sabtu (22/08/2026).
Dandim 1202/Singkawang Letkol Arh Muhammad Ivan Juniar, S.I.P., bersama Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, S.E., M.H., Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin, S.E., M.H., unsur Forkopimda dan sejumlah instansi terkait hadir langsung di lokasi Karhutla yang berada di sekitar akses Jalan Arteri Bandara Singkawang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Penanganan kebakaran tidak hanya mengandalkan satu institusi, tetapi membutuhkan koordinasi cepat dan sinergi lintas sektor agar kobaran api dapat dikendalikan sebelum meluas.
Personel Gabungan Pantau Titik Api

Di lapangan, Babinsa Kelurahan Pangmilang Praka Rahmat Saniman bersama jajaran Koramil 1202-02/Singkawang Selatan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik api.
Personel juga berkoordinasi dengan unsur pemadam dan instansi lainnya untuk menentukan langkah penanganan yang paling efektif.
Berdasarkan pengecekan sementara, luas lahan yang terbakar di wilayah Kelurahan Sedau diperkirakan mencapai sekitar 1 hektare, sedangkan di Kelurahan Pangmilang sekitar 2 hektare.
Vegetasi yang terbakar terdiri dari semak belukar, ilalang dan sebagian pohon berukuran kecil.
Kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.
Sebagian kawasan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan sumber air yang terbatas.
Karena itu, petugas memanfaatkan water tank untuk membantu memenuhi kebutuhan air selama operasi pemadaman berlangsung.
Cuaca Panas dan Angin Jadi Tantangan

Situasi di lapangan semakin sulit karena cuaca cerah dengan suhu panas serta hembusan angin sedang.
Kondisi tersebut dapat membuat bara api kembali menyala dan mempercepat penjalaran api menuju area lain.
Meski menghadapi berbagai kendala, personel gabungan tetap melakukan pemadaman dan pendinginan secara berkelanjutan.
Mereka juga melakukan monitoring untuk memastikan tidak terdapat titik api baru yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran lebih besar.
Operasi tersebut melibatkan Kodim 1202/Singkawang, Polres Singkawang, Manggala Agni, BPBD Kota Singkawang, unsur Kementerian Kehutanan, Koramil 1202-02/Singkawang Selatan, Polsek Singkawang Selatan, Kecamatan Singkawang Selatan, Kelurahan Pangmilang, YPKS Putra Unggul Singkawang serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
Sinergi tersebut menjadi faktor penting mengingat lokasi Karhutla cukup jauh dari Makoramil 1202-02/Singkawang Selatan, dengan jarak sekitar 19 kilometer.
Penyebab Karhutla Masih Diselidiki

Terkait penyebab kebakaran, pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan.
Berdasarkan kondisi awal di lapangan, api diduga berasal dari sumber api di sekitar Jalan Arteri Bandara Singkawang dan kemudian menyebar akibat hembusan angin.
Dandim 1202/Singkawang Letkol Arh Muhammad Ivan Juniar, S.I.P., menekankan pentingnya kecepatan, kekompakan dan koordinasi dalam menangani Karhutla.
Setiap perkembangan di lapangan harus terus dipantau agar api tidak berkembang dan mengancam lingkungan maupun keselamatan masyarakat.

Personel TNI-Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, instansi terkait dan masyarakat pun terus menyatukan langkah.
Di tengah panasnya cuaca, keterbatasan sumber air dan sulitnya medan gambut, seluruh unsur tetap berupaya berada di garis depan untuk mengendalikan kebakaran.
Penanganan Karhutla di Singkawang menjadi bukti bahwa kolaborasi seluruh elemen sangat dibutuhkan dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan.
Dengan respons cepat dan kepedulian bersama, potensi meluasnya kebakaran dapat ditekan sekaligus menjaga keamanan masyarakat dan lingkungan.
(Pendim 1202/Skw)







