Akarkata.com, Sambas, Kalbar – Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran TNI di Kabupaten Sambas.
Anggota Koramil 03/Tebas bersama personel BKO Yonif TP 839/Sa turun langsung ke lokasi untuk memadamkan kobaran api yang terjadi di wilayah Desa Batu Makjage, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Sabtu (29/08/2026).
Respons cepat tersebut dilakukan sebagai langkah untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mencegah api menjalar ke area lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Personel TNI bergerak bersama dengan mengandalkan peralatan pemadam yang tersedia di lapangan.

Proses penanganan dilakukan dengan menyasar bagian lahan yang masih terbakar maupun lokasi yang terlihat mengeluarkan asap.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, personel melanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara yang masih menyala dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Kondisi medan yang cukup sulit menjadi salah satu tantangan bagi personel selama menjalankan proses pemadaman.
Ditambah cuaca panas, petugas harus bekerja secara cermat dengan tetap memperhatikan keselamatan selama berada di lokasi kebakaran.

Danramil 03/Tebas Kapten Inf Sulistiono melalui personelnya, Serka Agus M. Y, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam penanganan Karhutla merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab dalam membantu masyarakat menghadapi ancaman kebakaran.
Menurutnya, Karhutla tidak hanya berpotensi merusak lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Karena itu, penanganan harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
“Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan keselamatan personel. Kami berupaya semaksimal mungkin agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujarnya.

Sinergi antara Koramil 03/Tebas dan Yonif TP 839/Sa menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran di wilayah Kecamatan Tebas.
Dengan pengerahan personel secara bersama, proses pemadaman dapat dilakukan dengan lebih terkoordinasi sesuai kondisi di lapangan.
Setelah api berhasil dikendalikan, personel tidak langsung menghentikan kegiatan.
Pemantauan tetap dilakukan di sekitar kawasan yang terbakar untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

Langkah tersebut diperlukan karena sisa bara maupun bagian lahan yang masih panas dapat kembali terbakar apabila tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh.
Oleh sebab itu, pemeriksaan pascapemadaman menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla.
Selain penanganan di lokasi, masyarakat juga diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan.
Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap agar dapat dilakukan pengecekan dan penanganan sedini mungkin.
Pencegahan Karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
TNI, pemerintah, aparat terkait, dan masyarakat memiliki peran dalam mengurangi risiko kebakaran serta menjaga lingkungan dari dampak yang lebih luas.
Kegiatan pemadaman di Desa Batu Makjage tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran Koramil 03/Tebas dan Yonif TP 839/Sa dalam membantu masyarakat.
Respons cepat dan sinergi lintas unsur diharapkan dapat terus diperkuat untuk menghadapi ancaman Karhutla di Kabupaten Sambas.
Dengan kesiapsiagaan yang terjaga, pemantauan secara berkala, serta partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi, potensi kebakaran di wilayah Kecamatan Tebas diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi lebih luas.







