Akarkata.com, Singkawang, Kalbar – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Singkawang terus dilakukan melalui pendekatan langsung kepada masyarakat.
Satgas Penyuluhan Karhutla Pati Pamen TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan, anjangsana, dan bakti sosial (baksos) di tiga wilayah Singkawang, yakni Kelurahan Sedau, Mayasopa, dan Semelagi Kecil, Kamis (10/09/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla, khususnya akibat pembakaran sampah dan lahan secara sembarangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelaksanaannya, tim turut didampingi Babinsa, perangkat kelurahan, ketua RT, serta tokoh masyarakat setempat.
Penyuluhan Bahaya Karhutla

Di Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur, Satgas memberikan edukasi kepada warga mengenai berbagai risiko yang dapat muncul akibat aktivitas pembakaran yang tidak terkendali.
Masyarakat diingatkan agar tidak menggunakan api sebagai cara untuk membersihkan maupun membuka lahan.
Selain itu, warga diminta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi berkembang menjadi Karhutla.
Respons cepat masyarakat dinilai penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Baksos dan Anjangsana kepada Warga

Selain penyuluhan, kegiatan juga diisi dengan anjangsana dan penyaluran bantuan sosial.
Di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, tim menyambangi warga di RT 05 dan RT 13 sekaligus menyerahkan bantuan berupa sembako.
Kegiatan serupa dilaksanakan di Kelurahan Semelagi Kecil, Kecamatan Singkawang Utara.
Penyuluhan pencegahan Karhutla diberikan kepada masyarakat RT 08 dan RT 10, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan bakti sosial.
Kehadiran Satgas di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman mengenai pencegahan Karhutla, tetapi juga mempererat komunikasi antara aparat dan warga di tingkat kelurahan hingga lingkungan RT.
Sinergi TNI dan Masyarakat

Pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, warga diajak untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta aktif menyampaikan informasi jika menemukan potensi kebakaran.
Melalui penyuluhan yang dilakukan secara langsung, Satgas Pati Pamen TNI berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dan potensi Karhutla dapat ditekan sejak dini.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan lingkungan.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, upaya pencegahan Karhutla di Kota Singkawang diharapkan semakin efektif sehingga wilayah masyarakat dapat terhindar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan serta dampak yang ditimbulkannya.
(Pendim 1202/Skw)







