Akarkata.com, Binjai Hulu, Sintang — Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Sintang terus diperkuat melalui edukasi dan keterlibatan aktif masyarakat.
Salah satu langkah tersebut dilakukan Tim Penyuluh Karhutla TNI bersama Koramil 19/Kelam Permai melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat di Kecamatan Binjai Hulu, Kabupaten Sintang, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan diawali dengan konsolidasi dan briefing penyuluhan Karhutla yang berlangsung di Koramil 19/Kelam Permai sekitar pukul 10.00 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut turut terlibat Laksma TNI Yosua, Kolonel Adm Steven Kimbal dan Letkol (P) Joni Kristanto.

Setelah persiapan selesai, tim melanjutkan kegiatan penyuluhan di Kecamatan Binjai Hulu mulai pukul 13.00 WIB.
Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya Karhutla serta pentingnya menjaga lingkungan, terutama ketika kondisi cuaca cenderung kering.
Penyuluhan dihadiri Camat Binjai Hulu Supriadi, anggota DPRD Kabupaten Sintang, para kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat.
Sebanyak 11 desa mengikuti kegiatan tersebut, yaitu Desa Dak Jaya, Simba Raya, Mensiku, Binjai Hulu, Binjai Hilir, Telaga Satu, Telaga Dua, Sungai Risap, Sungai Risap Mensiku Bersatu, Ampar Bedang dan Empaka Kabiau Raya.

Dalam penyampaian materi, masyarakat diajak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Edukasi tersebut menekankan bahwa pencegahan harus dimulai dari kesadaran masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari yang berpotensi memicu kebakaran.
Karhutla tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas sosial, transportasi, hingga perekonomian. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendeteksi dan mencegah munculnya titik api sejak dini.
Tim penyuluh juga mendorong pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat untuk bersama-sama menyampaikan kembali pesan pencegahan kepada warga di lingkungan masing-masing.

Dengan komunikasi yang berkelanjutan, kepedulian terhadap kelestarian lingkungan diharapkan semakin meningkat.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla di Kabupaten Sintang.
Kolaborasi berbagai unsur di tingkat kecamatan dan desa diharapkan mampu menciptakan sistem pencegahan yang lebih efektif.
Melalui penyuluhan ini, masyarakat Binjai Hulu diharapkan tidak hanya memahami bahaya Karhutla, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan.
Kewaspadaan, kepedulian, serta respons cepat terhadap potensi kebakaran menjadi bagian penting untuk menjaga wilayah tetap aman dan bebas dari ancaman Karhutla.
(Pendim1205/Sintang)







