Akarkata.com, Seberuang, Kapuas Hulu – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya dilakukan melalui penyampaian imbauan kepada masyarakat.
Pendekatan langsung juga dilakukan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Letkol Laut Beny Fernando dengan turun ke lahan pertanian warga Desa Gurung, Kecamatan Seberuang, Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (14/09/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Letkol Laut Beny Fernando bersama Babinsa Koramil 1206-16/Seberuang ikut melaksanakan proses penugalan di lahan pertanian masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keterlibatan langsung tersebut menjadi bentuk pendekatan humanis untuk membangun komunikasi sekaligus memperkuat kesadaran warga mengenai pentingnya mengelola lahan tanpa membakar.
Penugalan merupakan bagian dari aktivitas bercocok tanam masyarakat.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk berinteraksi secara langsung dengan warga sekaligus menyampaikan pesan pencegahan Karhutla di tengah kegiatan pertanian.
Kehadiran Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dan Babinsa menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan aktivitas produktif masyarakat.
Warga tetap dapat mengolah lahan pertanian sekaligus berupaya menghindari metode yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Letkol Laut Beny Fernando mendorong masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan menggunakan cara pembakaran.
Pengelolaan lahan yang lebih aman menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko munculnya api, terutama pada kondisi lingkungan yang kering.
Selain sebagai bagian dari sosialisasi, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan warga juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Kedekatan tersebut memberikan ruang bagi aparat untuk memahami aktivitas serta kondisi warga secara langsung, sekaligus menyampaikan edukasi lingkungan dalam suasana yang lebih akrab.
Masyarakat Desa Gurung juga diharapkan memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitar lahan pertanian.
Warga dapat berperan melalui pengawasan bersama dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan tanda-tanda munculnya api yang berpotensi berkembang menjadi Karhutla.
Bagi TNI, pencegahan kebakaran bukan hanya persoalan penanganan ketika api telah muncul.
Upaya preventif melalui edukasi, komunikasi, dan keterlibatan langsung masyarakat menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kebakaran sejak awal.
Kegiatan penugalan tersebut menjadi contoh sederhana bahwa pesan pencegahan Karhutla dapat disampaikan melalui aktivitas sehari-hari.
Dengan mengelola lahan secara bijak, menghindari penggunaan api sembarangan, serta membangun kepedulian bersama, masyarakat dapat ikut menjaga lingkungan tetap aman.
Dari Desa Gurung, sinergi antara Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI, Babinsa dan masyarakat terus diperkuat.
Harapannya, kegiatan pertanian tetap produktif tanpa mengesampingkan upaya menjaga hutan dan lahan dari ancaman kebakaran.
(Pendim1206/Psb)








