Akarkata.com, Sambas, Kalimantan Barat – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terus diperkuat melalui keterlibatan langsung aparat kepolisian bersama masyarakat.
Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Poklat XVII menggelar sosialisasi pencegahan Karhutla sekaligus bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga, Senin (14/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Lumbang dan Desa Gapura, Kecamatan Sambas. Rangkaian kegiatan didampingi Paping Kombes Pol. Deny Agung Adriana, S.I.K., M.H. dan Kombes Pol. Grace Krisna D. Rahakbau, S.I.K., M.Si. Sebanyak sembilan Serdik Sespimmen Angkatan 67 Poklat XVII turut terlibat dalam kegiatan yang mengedepankan pendekatan edukatif dan kepedulian sosial tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga Diberi Edukasi Bahaya Karhutla

Sosialisasi pencegahan Karhutla dipusatkan di Aula Kantor Desa Lumbang dengan mengusung tema “Polri Hadir untuk Masyarakat” serta “Bersama Wujudkan Kalbar Aman dan Bebas Karhutla.”
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai berbagai dampak kebakaran hutan dan lahan, baik terhadap lingkungan maupun kehidupan sosial dan kesehatan masyarakat.
Warga juga diingatkan mengenai pentingnya menghindari pembukaan lahan dengan metode pembakaran.
Selain itu, masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam pencegahan dengan segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api maupun kondisi yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.
Diskusi turut diwarnai testimoni tokoh masyarakat mengenai upaya pencegahan dan penanganan Karhutla yang telah dilakukan di wilayah Kecamatan Sambas.
Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat deteksi dini dan penanganan kebakaran.
40 Warga Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Selain edukasi Karhutla, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial di Desa Gapura.
Sebanyak 40 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kondisi tubuh di tengah potensi dampak kabut asap.
Kegiatan sosial tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tidak hanya diarahkan pada persoalan pencegahan Karhutla, tetapi juga pada perlindungan kesehatan warga yang dapat terdampak apabila kualitas udara menurun akibat asap kebakaran.
Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo, S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono, menegaskan pentingnya membangun sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Menurutnya, edukasi dan komunikasi publik akan terus diperkuat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat juga kembali diimbau tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dalam bentuk apa pun.
Jika menemukan titik api atau potensi kebakaran, warga diminta segera menyampaikan informasi kepada aparat maupun instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin.
Melalui kegiatan tersebut, pencegahan Karhutla di Sambas diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan, kesehatan, serta keamanan wilayah Kalimantan Barat.







