Akarkata.com, Singkawang, Kalbar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Kodim 1202/Singkawang.
Meski hasil pemantauan menunjukkan sejumlah kawasan dalam kondisi aman, patroli dan monitoring tetap diperkuat sebagai langkah deteksi dini untuk mengantisipasi munculnya titik api maupun asap baru.
Pada Senin (28/09/2026), personel Kodim 1202/Singkawang bersama Yonif TP 839/SA BKO dan anggota TNI Angkatan Udara melaksanakan patroli di sejumlah wilayah yang dinilai rawan Karhutla.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Lokasi pemantauan meliputi kawasan Jalan Arteri Bandara Singkawang di Kelurahan Sedau dan Pangmilang, Kelurahan Mayasopa, serta Kelurahan Sungai Rasau dan Setapuk Kecil.
Di kawasan Jalan Arteri Bandara Singkawang, patroli dipimpin Pelda Tyarlis bersama enam personel Kodim 1202/Singkawang.
Turut bergabung Letda Inf Ahmad Eko Santoso bersama sembilan personel Yon TP 839/SA BKO, tiga personel Lanud Harry Hadisoemantri yang dipimpin Letda ADM Randa Rahmat Pratama, serta Babinsa Pangmilang Praka Rahmat Saniman.

Tim melakukan penyisiran untuk memastikan tidak terdapat sisa kebakaran maupun titik api baru.
Hasil monitoring menunjukkan kawasan tersebut dalam kondisi aman dan terkendali tanpa ditemukan api maupun asap.
Sementara itu, di Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur, Babinsa Sertu Ismail bersama empat personel YTP 839/SA BKO Koramil 04/Skt yang dipimpin Serda Ricad melaksanakan ground check pada lahan yang sebelumnya terdampak Karhutla.

Hasil pengecekan menunjukkan hamparan lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 150 hektare.
Api telah padam dan petugas tidak menemukan kembali asap dari kawasan tersebut.
Patroli juga dilakukan di Kelurahan Sungai Rasau dan Setapuk Kecil, Kecamatan Singkawang Utara.

Dua personel Koramil 1202-03/Skh bersama lima personel Satgas BKO yang dipimpin Serda Sandi Reza menyisir kawasan menggunakan empat sepeda motor.
Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan hotspot baru maupun aktivitas masyarakat yang mengarah pada pembakaran lahan.
Kondisi lahan bekas terbakar juga dipastikan telah padam dan tidak kembali mengeluarkan asap.
Selain patroli, personel memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Karhutla.
Komandan Kodim 1202/Singkawang Letkol Arh Muhammad Ivan Juniar, S.I.P., menegaskan bahwa kondisi aman tidak boleh membuat kewaspadaan menurun.
“Patroli dan monitoring akan terus kami lakukan. Kami ingin memastikan tidak ada bara yang tersisa dan tidak ada titik api baru yang muncul. Pencegahan harus dilakukan secara konsisten, karena Karhutla dapat kembali terjadi apabila kita lengah,” tegasnya.
Menurut Dandim, pencegahan Karhutla membutuhkan deteksi dini, patroli rutin, koordinasi lintas unsur, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga wilayah Singkawang. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Jika seluruh pihak memiliki kepedulian dan kewaspadaan yang sama, potensi Karhutla dapat kita cegah sejak dini,” tambahnya.
Seluruh rangkaian patroli di tiga kawasan tersebut berlangsung aman, lancar, dan terkendali.
Kodim 1202/Singkawang bersama unsur terkait akan terus melakukan pengawasan di wilayah rawan sebagai bagian dari langkah pencegahan Karhutla secara berkelanjutan.
(Pendim 1202/Singkawang)







