Akarkata.com, Sintang, Kalimantan Barat – Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala memberikan edukasi mengenai demokrasi kepada para pelajar yang akan terlibat dalam Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau Pemilos Serentak Tahun 2026.
Pesan tersebut disampaikan Gregorius Herkulanus Bala saat membuka Bimbingan Teknis Penyelenggara Pemilu OSIS (Pemilos) Serentak Tahun 2026 di Pendopo Bupati Sintang, Kamis, 8 Oktober 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sintang tersebut diikuti para pelajar yang dipercaya sebagai Panitia Pemilihan OSIS, Pengawas TPS, PAM TPS, KPPS, serta Guru Pendamping.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Sintang, Ketua KPU Sintang Edy Susanto, Kepala Badan Kesbangpol Sintang Abdul Syufriadi beserta jajaran, serta seluruh peserta bimbingan teknis.
Pemilos Jadi Sarana Belajar Demokrasi bagi Pelajar

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyambut baik pelaksanaan bimbingan teknis tersebut.
Menurutnya, Pemilos bukan sekadar proses memilih Ketua OSIS, tetapi dapat menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk memahami praktik demokrasi sejak dini.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Sintang bersama KPU Sintang untuk memperkenalkan prinsip-prinsip demokrasi kepada generasi muda, baik dari sisi kandidat, penyelenggara maupun pemilih.
“Saya berharap anak-anak mendengarkan materi yang disampaikan oleh para narasumber. Ini penting, karena kalian semua belum pernah ikut pemilu, tentu harus tahu bagaimana pemilu itu. Kalian harus tahu aturan, cara, dan tahapannya,” ujar Gregorius Herkulanus Bala.
Menurutnya, pengalaman mengikuti Pemilos dapat menjadi bekal bagi para pelajar untuk memahami bagaimana sebuah proses pemilihan dilaksanakan secara teratur, sesuai ketentuan dan menjunjung tinggi nilai kejujuran.
Pembekalan tersebut juga penting agar para peserta memahami peran masing-masing.
Panitia, pengawas, petugas keamanan, KPPS, guru pendamping hingga para pemilih memiliki tanggung jawab dalam memastikan proses Pemilos berjalan tertib.
Bupati Sintang Tekankan Pentingnya Memahami Aturan

Dalam kesempatan tersebut, Gregorius Herkulanus Bala juga mengingatkan para peserta agar selalu mengikuti aturan dan tahapan yang telah ditentukan.
Ia menyampaikan bahwa regulasi kepemiluan dapat mengalami perkembangan.
Karena itu, menurutnya, sosialisasi mengenai demokrasi dan kepemiluan perlu terus dilakukan agar generasi muda memiliki pemahaman yang baik.
“Saat ini Undang-Undang Pemilu sedang dibahas. Kalau nanti sudah ada yang baru, saya sarankan dilakukan lagi sosialisasi seperti ini. Ikuti tahapannya, taati aturannya, lihat petunjuknya dan kalian harus berintegritas,” ungkapnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penekanan bahwa pemahaman demokrasi tidak cukup hanya melalui teori.
Para pelajar perlu mendapatkan pengalaman langsung dalam menjalankan proses pemilihan secara jujur, tertib dan bertanggung jawab.
Dorong Pelajar Menjadi Generasi Berintegritas
Selain berbicara mengenai teknis penyelenggaraan Pemilos, Bupati Sintang juga memberikan motivasi kepada para pelajar untuk tidak menutup kemungkinan berkiprah di dunia politik pada masa mendatang.
Gregorius Herkulanus Bala berharap dari kegiatan tersebut lahir generasi muda yang memiliki keberanian untuk tampil sebagai pemimpin, sekaligus mempunyai prinsip dan integritas dalam menjalankan tanggung jawab.
“Saya berharap ke depan ada yang menjadi politisi. Saya yang tidak sempurna, kebetulan pernah menang 4 kali pemilihan umum. Yang penting kita harus jujur dengan diri sendiri dan menjadi orang baik,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa nilai kejujuran dan integritas seharusnya tidak hanya ditunjukkan ketika seseorang sedang mengikuti pemilihan.
Sikap tersebut harus menjadi bagian dari karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Menang Bukan Segalanya dalam Sebuah Pemilihan
Gregorius Herkulanus Bala juga menyampaikan pesan mengenai makna kemenangan dalam sebuah proses pemilihan.
Baginya, kemenangan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh cara seseorang menjalani seluruh proses.
“Menjadi baik itu bukan saat menjelang pemilihan saja, tetapi sepanjang hidup harus menjadi orang biasa dan baik. Menang dengan cara tidak baik, bagi saya dia tidak menang,” tegasnya.
Ia kemudian mengajak para pelajar untuk menjaga konsistensi dalam berbuat baik dan mempertahankan integritas, baik ketika mendapatkan kemenangan maupun ketika menghadapi kekalahan.
“Maka pesan saya, jadilah orang baik dan berintegritas serta konsisten. Kalau sudah seperti itu tapi masih belum menang, kalian sudah mampu mengalahkan diri sendiri,” lanjut Gregorius Herkulanus Bala.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari edukasi demokrasi yang diberikan kepada peserta Pemilos Serentak 2026.
Para pelajar tidak hanya diarahkan untuk memahami mekanisme pemilihan, tetapi juga belajar menghargai proses, aturan, perbedaan pilihan dan hasil yang telah ditetapkan.
Melalui Pemilos Serentak 2026, para pelajar Kabupaten Sintang diharapkan memperoleh pengalaman berdemokrasi secara langsung sejak lingkungan sekolah.
Pembelajaran tersebut dapat menjadi bekal untuk membangun sikap kritis, bertanggung jawab, jujur dan menghormati pilihan orang lain.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sintang, kegiatan semacam ini juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan nilai demokrasi kepada generasi muda melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka, yakni pemilihan kepemimpinan di lingkungan sekolah.







