Akarkata.com, Bengkayang – Pembangunan fasilitas sanitasi yang aman dan tahan lama menjadi bagian penting dari pengerjaan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) pada sasaran fisik empat TMMD Reguler ke-130 Kodim 1209/Bengkayang.
Fasilitas tersebut dibangun di Dusun Sebujit Baru, Desa Hli Buei, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, dan kini telah mencapai progres 85 persen.
Dalam pelaksanaan pembangunan, personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD bersama masyarakat mengerjakan setiap tahapan secara cermat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pekerjaan meliputi fondasi, pemasangan dinding, pengerjaan atap, serta instalasi air yang menjadi bagian penting dalam menunjang fungsi bangunan.

Ketelitian diperlukan agar fasilitas yang dibangun memiliki konstruksi kokoh dan aman digunakan.
Upaya menjaga mutu bangunan juga diharapkan mendukung ketahanan fasilitas sehingga dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Proses pengerjaan tidak terlepas dari tantangan cuaca dan kondisi medan perbatasan yang dinamis.
Kendati demikian, personel Satgas dan warga tetap bekerja sama untuk mengejar penyelesaian sesuai target.
Berdasarkan perkembangan pada Rabu (21/10/2026), masih tersisa 15 persen pekerjaan.
Satgas TMMD ke-130 Kodim 1209/Bengkayang optimistis pembangunan dapat selesai sebelum penutupan program.
Keberadaan MCK tersebut diharapkan membantu menjawab keterbatasan sarana sanitasi di lingkungan permukiman warga.
Selain mendukung kebutuhan sehari-hari, fasilitas ini diharapkan menunjang kebersihan diri dan lingkungan masyarakat Dusun Sebujit Baru.
Namun, ketahanan bangunan juga perlu didukung penggunaan yang tepat.
Setelah fasilitas selesai, masyarakat diharapkan ikut menjaga kebersihan, memperhatikan kondisi bangunan, dan merawat fasilitas secara berkala.
Kerja sama dalam pemeliharaan menjadi penting agar sarana yang telah dibangun tidak hanya memberikan manfaat dalam waktu singkat.
Dengan kepedulian bersama, fasilitas sanitasi tersebut diharapkan tetap berfungsi sesuai kebutuhan masyarakat.
Pembangunan MCK melalui program TMMD ini memperlihatkan pentingnya memperhatikan mutu konstruksi sekaligus keberlanjutan pemanfaatan infrastruktur dasar bagi warga perbatasan.
(Pendim 1209/Bky)







