Akarkata.com, Bengkayang – Kerja sama antara prajurit TNI dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1209/Bengkayang.
Sinergi tersebut terlihat dalam pengerjaan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Biib di Dusun Sebujit Baru, Desa Hli Buei, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang.
Sasaran fisik tersebut mendapat peninjauan dari Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Sabtu (24/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rombongan dipimpin Irut-3/Konsos Itter Itum Itjenad, Kolonel Arm. Ali Nababan, S.H.
Dalam kunjungan itu, tim melihat langsung kondisi bangunan yang dikerjakan personel Satgas TMMD bersama warga.

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui perkembangan pekerjaan, kualitas material, dan ketahanan bangunan.
Peninjauan tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai pelaksanaan pembangunan di tengah masyarakat.
Kolaborasi antara TNI dan warga menjadi bagian dari proses yang mendukung pengerjaan sasaran fisik di kawasan perbatasan.
Tim Wasev juga berdiskusi dengan prajurit serta masyarakat mengenai kendala teknis dan pengaruh cuaca.
Komunikasi ini diperlukan agar kondisi yang dihadapi pelaksana dapat dipahami dan dievaluasi secara langsung.
Kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya tercermin melalui keterlibatan bersama dalam pekerjaan.
Hubungan tersebut juga dibangun melalui komunikasi, koordinasi, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Renovasi rumah Ibu Biib diharapkan mampu menyediakan hunian yang lebih aman, sehat, dan layak bagi keluarga penerima manfaat.
Dengan demikian, program pembangunan tidak hanya berorientasi pada hasil fisik, tetapi juga pada manfaat yang dirasakan warga.
Tim Wasev Mabesad mengapresiasi sinergi yang terjalin antara prajurit Kodim 1209/Bengkayang dan masyarakat Dusun Sebujit Baru.
Semangat kebersamaan tersebut dinilai menjadi unsur penting dalam mendukung pelaksanaan TMMD.
Melalui program ini, kerja sama TNI dan masyarakat diharapkan terus berkontribusi terhadap pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Gotong royong menjadi modal sosial untuk mendukung kegiatan yang berorientasi pada kebutuhan warga.
(Pendim 1209/Bky)







