Akarkata.com, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat – Setelah tiga hari dilakukan pencarian intensif, seorang pemuda bernama Kuwierianus Mardi (21), yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kapuas, Kabupaten Kapuas Hulu, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (31/10/2026) pagi.
Korban ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB di wilayah perairan Desa Ujung Bayur, Kecamatan Embaloh Hilir.
Lokasi penemuan tersebut berada di kawasan aliran Sungai Kapuas yang berjarak cukup jauh dari titik awal korban dilaporkan tenggelam di Dusun Penyeluang, Desa Penyeluang, Kecamatan Bika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah berhasil ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan untuk dibawa menuju Dusun Penyeluang.
Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Keberhasilan menemukan korban merupakan hasil kerja sama berbagai unsur yang sejak awal terlibat dalam operasi pencarian, mulai dari kepolisian, tim SAR, BPBD, unsur pemerintah setempat hingga masyarakat.
Berawal dari Insiden Saat Memasang Jaring Pukat

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.
Saat itu, Kuwierianus Mardi bersama sejumlah rekannya sedang melakukan aktivitas memasang jaring pukat di perairan Sungai Kapuas.
Namun, ketika proses pemasangan jaring baru berlangsung sekitar dua pelampung, korban tiba-tiba terjatuh dari sampan dan tercebur ke dalam sungai.
Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban langsung berupaya memberikan pertolongan.
Sayangnya, korban dengan cepat tenggelam dan tidak lagi terlihat di permukaan air.
Upaya penyelamatan awal menghadapi sejumlah kendala.
Kondisi sungai yang cukup dalam, derasnya arus air, serta posisi kejadian yang jauh dari tepian membuat proses pertolongan menjadi sulit dilakukan.
Sejak saat itu, korban dinyatakan hilang dan pencarian segera dikoordinasikan bersama pihak terkait.
Tim Gabungan Lakukan Pencarian hingga ke Hilir Sungai

Menindaklanjuti laporan kejadian, personel Polres Kapuas Hulu bersama Polsek Bika, Bhabinkamtibmas, unsur pemerintah kecamatan, BPBD, Tim SAR, Polair serta masyarakat setempat bergerak melakukan pencarian.
Operasi pencarian dilakukan dengan menyisir kawasan sekitar lokasi kejadian hingga mengikuti aliran Sungai Kapuas ke arah hilir.
Koordinasi antarpersonel terus dilakukan untuk memperluas area pencarian sekaligus memaksimalkan kemungkinan korban segera ditemukan.
Selama tiga hari pelaksanaan pencarian, berbagai unsur terus berupaya melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.
Hingga akhirnya, pada Sabtu pagi, keberadaan korban berhasil diketahui di wilayah perairan Desa Ujung Bayur, Kecamatan Embaloh Hilir.
Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri upaya pencarian yang telah berlangsung sejak Kamis.
Bhabinkamtibmas Dampingi Keluarga Korban

Selain terlibat dalam proses pencarian, jajaran kepolisian juga memberikan perhatian terhadap kondisi keluarga korban yang tengah menghadapi musibah.
Bhabinkamtibmas Desa Penyeluang, Brigadir Polisi Pilipus Julius, turut melakukan koordinasi dengan pihak keluarga sekaligus memberikan dukungan moril selama proses pencarian berlangsung.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat sering mengalami pingsan secara tiba-tiba.
Pihak keluarga juga telah menyampaikan menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun atas kejadian yang menimpa korban.
Rencananya, jenazah Kuwierianus Mardi akan dimakamkan pada Minggu (1/11/2026) pagi di kampung halamannya.
Polres Kapuas Hulu Sampaikan Belasungkawa
Atas musibah tersebut, Polres Kapuas Hulu menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
Keterlibatan personel kepolisian sejak proses pencarian, evakuasi hingga pendampingan keluarga menjadi bagian dari komitmen pelayanan Polri dalam membantu masyarakat, khususnya ketika menghadapi situasi darurat dan musibah.
Kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan bantuan dalam penanganan kejadian, tetapi juga menghadirkan dukungan kemanusiaan bagi keluarga yang sedang berduka.
Masyarakat Diimbau Utamakan Keselamatan Saat Beraktivitas di Sungai
Melalui kejadian ini, Polres Kapuas Hulu kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan aktivitas di kawasan perairan, khususnya Sungai Kapuas.
Masyarakat yang menggunakan sampan atau perahu untuk mencari ikan, memasang jaring maupun melakukan aktivitas lainnya di sungai diimbau selalu memperhatikan kondisi cuaca, kedalaman air dan kekuatan arus.
Penggunaan perlengkapan keselamatan seperti pelampung juga perlu menjadi perhatian utama guna mengurangi risiko kecelakaan di perairan.
Keselamatan hendaknya tidak diabaikan, sekalipun aktivitas di sungai telah menjadi bagian dari rutinitas masyarakat sehari-hari.
Peristiwa yang merenggut nyawa Kuwierianus Mardi menjadi pengingat bahwa kondisi sungai dapat berubah dan menyimpan risiko yang tidak boleh dianggap remeh.







