Israel Meminta AS Bergabung dalam Kampanye Militer Melawan Iran, namun AS Menolak Permintaan Tersebut

- Admin

Minggu, 15 Juni 2025 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akarkata.com – Israel dilaporkan telah meminta Amerika Serikat untuk ikut serta dalam kampanye militer yang baru saja dimulai terhadap Iran, namun pemerintah AS menolak permintaan tersebut.

Dalam laporan The Times of Israel, yang mengutip informasi dari Axios dan pejabat Israel serta Amerika, permintaan tersebut diajukan dalam 48 jam terakhir.

Menurut laporan tersebut, Israel secara langsung meminta pemerintahan Presiden Donald Trump untuk turut menyerang fasilitas nuklir dan militer Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua pejabat Israel menyampaikan kepada Axios bahwa keterlibatan AS dianggap penting.

Terutama untuk menghancurkan situs pengayaan uranium bawah tanah Fordo, yang dinilai berada di luar jangkauan kemampuan militer Israel secara mandiri.

Seorang pejabat senior AS membenarkan adanya permintaan tersebut, namun menegaskan bahwa saat ini Washington tidak mempertimbangkan untuk bergabung dalam konflik.

“Apa pun yang terjadi dengan serangan Israel terhadap Iran tidak bisa dicegah. Tapi kami masih punya ruang diplomasi untuk menyelesaikan konflik secara damai, jika Iran bersedia. Cara tercepat mencapai perdamaian adalah dengan menghentikan program senjata nuklir,” ujar pejabat Gedung Putih seperti dikutip dalam laporan Times of Israel.

Sebelumnya, Axios juga melaporkan bahwa Presiden Trump sempat menyampaikan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Bahwa AS mungkin akan mempertimbangkan opsi militer terhadap situs Fordo jika terbukti bahwa Teheran mendekati kemampuan nuklir.

Meskipun demikian, Gedung Putih secara resmi membantah adanya rencana serangan AS terhadap Iran dalam waktu dekat.

Penolakan AS ini menjadi sorotan di tengah ketegangan meningkat antara Israel dan Iran.

Serta memperlihatkan posisi hati-hati Washington dalam merespons konflik regional yang berpotensi meluas.

Berita Terkait

Pemkab Sintang Rayakan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 dengan Semangat Persatuan di GOR Apang Semangai
Jennifer Coppen Tuai Sorotan Usai Justin Hubner Dicoret dari Timnas Indonesia vs Irak
Rieke Diah Pitaloka Desak Presiden Prabowo Bebaskan Aktivis dan Mahasiswa yang Ditahan
Aromaterapi, Seni Menyembuhkan Lewat Aroma
Titiek Soeharto Nilai Polemik Bendera One Piece Bukan Hal Krusial, Minta Pemerintah Fokus ke Rakyat
Presiden Prabowo Ancam Tindak Tegas Penggilingan Padi Nakal, Akan Diambil Alih Koperasi
Panglima TNI Dampingi Wapres Gibran Panen Raya Tebu, Dukung Swasembada Gula 2025
Presiden Prabowo Penuhi Undangan Presiden Putin, Indonesia Perkuat Diplomasi Global
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:12 WIB

Sepekan Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Ketapang Catat 248 Pelanggaran Lalu Lintas

Rabu, 4 November 2026 - 15:07 WIB

Wisuda Purna Bhakti Polres Ketapang 2026, Kapolres Berikan Penghormatan kepada Sembilan Personel

Rabu, 4 November 2026 - 14:58 WIB

Polsek Menukung Ajak Tokoh Masyarakat Cegah Narkoba dan Judi Online

Rabu, 4 November 2026 - 14:52 WIB

Polsek Nanga Pinoh Tanam Jagung Hibrida di Lahan 2 Hektare Dukung Ketahanan Pangan

Rabu, 4 November 2026 - 14:46 WIB

Kapolsek Nanga Pinoh Iptu Jamidi Turun Langsung Tanam Jagung Hibrida Bersama Petani

Rabu, 4 November 2026 - 14:31 WIB

Polres Melawi Tampung Aspirasi Warga Desa Paal, Narkoba dan Knalpot Brong Jadi Keluhan

Rabu, 4 November 2026 - 12:21 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Polres Melawi Hadir Lewat Program Subuh Keliling

Rabu, 4 November 2026 - 12:09 WIB

Polsek Jongkong Amankan Empat Terduga Pelaku Narkotika Sabu di Kapuas Hulu

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x