Akarkata.com, Pontianak – Divisi Humas Polri menyelenggarakan dialog publik bertajuk “Membangun Kesadaran Kebangsaan Generasi Muda Kalimantan Barat Menuju Indonesia Emas”, Selasa (10/2/2026), bertempat di Hotel Mercure Pontianak.
Kegiatan ini bertujuan membentengi generasi muda dari berbagai ancaman global serta memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila di era digitalisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara dihadiri secara langsung oleh Sekda Provinsi Kalbar, Dr. H. Harisson, M.Kes., mewakili Gubernur, serta Brigjend Pol Drs. S. Erlangga, Penata Kehumasan Polri Utama Tingkat II Divhumas Polri.
Selain itu, turut hadir Pejabat Utama Polda Kalbar, Kapolres/ta yang terhubung secara virtual, tokoh adat, tokoh agama, pimpinan media, dan perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Kalimantan Barat.

Kombes Pol Bambang Suharyono, Kabid Humas Polda Kalbar, membacakan amanat Kapolda Kalbar, Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., yang menekankan pentingnya memperkuat pemahaman ideologi Pancasila, demokrasi, HAM, serta membangun SDM unggul yang berkarakter kebangsaan sebagai bagian dari semangat program Asta Cita di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Upaya ini menjadi langkah strategis membekali generasi muda Kalbar agar tangguh menghadapi dinamika global, sekaligus menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujar Bambang.

Polda Kalbar juga menyoroti posisi strategis provinsi ini yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Selain peluang ekonomi, letak geografis tersebut rawan terhadap ancaman lintas negara, baik melalui jalur fisik maupun digital.
Kabid Humas memperingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba, kejahatan siber, judi online, serta penyebaran hoaks dan radikalisme yang mengancam persatuan bangsa.
“Kesadaran kebangsaan harus menjadi bagian dari sikap hidup sehari-hari. Generasi muda perlu waspada terhadap narkoba dan bijak dalam bermedia sosial, serta tidak mudah terprovokasi hoaks yang berpotensi memecah belah bangsa,” tegas Kabid Humas.


Sekda Provinsi Kalbar juga menekankan harapannya agar Indonesia mencapai status Indonesia Emas pada 2045, saat usia negara genap 100 tahun.
“Dengan memanfaatkan bonus demografi, generasi muda harus menguasai ilmu pengetahuan dan berakhlak mulia untuk membangun masa depan bangsa yang kuat,” ujar Sekda.


Dialog publik ini menghadirkan tiga narasumber kompeten, yakni:
Prof. Ibrahim, M.A., Ketua FKUB Kalbar, membahas pentingnya kerukunan umat beragama sebagai fondasi persatuan.
Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S., Guru Besar Universitas Tanjungpura, menyoroti pendidikan karakter dan budaya.
Dr. Syarifah Ema Rahmaniah, B.A., M.Ed., akademisi dan pegiat politik, menekankan peran aktif pemuda dalam pembangunan daerah.
Melalui kegiatan ini, generasi muda Kalimantan Barat diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama yang berintegritas dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sambil tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, dan kebangsaan.
Update informasi Akarkata.com melalui Kanal Media Sosial Klik:











