Akarkata.com, Sebangki, Landak – Semangat kebersamaan dan kemandirian terlihat jelas di Dusun Sungai Pogok, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Sebangki, Kabupaten Landak, Sabtu (18/04/2026).
Bertempat di kediaman tokoh masyarakat Supandi, warga setempat secara resmi membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) “Kembang Desa”.
Pembentukan kelompok tersebut menjadi langkah nyata kaum perempuan desa dalam memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mendukung program ketahanan pangan di tingkat desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana penuh semangat tampak selama kegiatan berlangsung.

Para ibu rumah tangga yang hadir terlihat antusias mengikuti pembentukan kelompok.
Mereka berharap KWT “Kembang Desa” dapat menjadi wadah untuk belajar, bekerja sama, dan mengembangkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kanit Binmas Polsek Sebangki Aipda Suriansyah, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluh Pertanian Sebangki Manghingut Pantun Siburian, tokoh masyarakat Supandi, Ketua KWT “Kembang Desa” Ibu Syamsiyah beserta anggota, dan warga Dusun Sungai Pogok.
KWT “Kembang Desa” dibentuk bukan sekadar sebagai tempat berkumpul para ibu rumah tangga.
Kelompok ini memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan agar dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.
Melalui kelompok tersebut, para anggota didorong untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan, sayuran, hingga tanaman produktif lainnya di sekitar rumah.
Hasilnya nanti diharapkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat dijual sehingga membantu meningkatkan perekonomian keluarga.
Selain itu, KWT “Kembang Desa” juga diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan melalui konsep Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
Dengan memanfaatkan lahan yang ada, desa diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kanit Binmas Polsek Sebangki Aipda Suriansyah menyampaikan bahwa pihak kepolisian sangat mendukung terbentuknya kelompok-kelompok produktif di masyarakat, khususnya yang digerakkan oleh kaum perempuan.
“Melalui KWT ini, kami berharap para ibu rumah tangga dapat lebih mandiri secara ekonomi, serta mampu berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan di lingkungan masing-masing. Ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat dari tingkat desa,” ujar Aipda Suriansyah.
Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga dan lingkungan.
Apabila para ibu mampu mengelola pekarangan secara produktif, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh keluarga dan masyarakat sekitar.
Aipda Suriansyah juga menambahkan bahwa keberhasilan KWT “Kembang Desa” sangat bergantung pada kerja sama seluruh anggota dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh anggota untuk terus aktif, saling bekerja sama, dan memanfaatkan lahan pekarangan dengan maksimal. Dengan kebersamaan, KWT ini bisa berkembang dan memberikan manfaat nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Petugas Penyuluh Lapangan dari BPP Sebangki, Manghingut Pantun Siburian, menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan kepada anggota KWT, baik dalam hal budidaya tanaman, pengelolaan lahan, hingga pemasaran hasil panen.
Menurutnya, dengan pengelolaan yang baik, KWT “Kembang Desa” dapat berkembang menjadi kelompok yang mandiri dan produktif.
Ketua KWT “Kembang Desa”, Ibu Syamsiyah, mengaku bersyukur atas terbentuknya kelompok tersebut.
Ia berharap KWT dapat menjadi sarana bagi para perempuan desa untuk berkembang dan lebih percaya diri dalam membantu ekonomi keluarga.
“Kami sangat bersyukur KWT Kembang Desa ini akhirnya terbentuk. Harapan kami, kelompok ini bisa menjadi wadah bagi ibu-ibu untuk belajar, berkembang, dan membantu meningkatkan ekonomi keluarga. Kami juga siap mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan,” ungkap Ibu Syamsiyah.
Dengan terbentuknya KWT “Kembang Desa”, warga Dusun Sungai Pogok optimistis akan lahir berbagai inovasi dari tangan-tangan kreatif perempuan desa.
Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga berpotensi menciptakan peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran KWT ini diharapkan menjadi awal kebangkitan ekonomi desa, sekaligus bukti bahwa perempuan memiliki peran besar dalam membangun masa depan Desa Rantau Panjang yang lebih maju dan mandiri.











