Akarkata.com, Sintang, Kalimantan Barat – Salah satu iklan yang paling sering membuat penonton bertanya-tanya adalah iklan susu Bear Brand atau yang populer disebut susu beruang.
Merek susu yang diproduksi oleh Nestlé ini sejatinya adalah susu sapi steril, namun kemasannya menampilkan gambar beruang kutub putih, sementara dalam beberapa versi iklannya justru muncul naga sebagai simbol utama.
Perbedaan antara isi produk (susu sapi), simbol visual (beruang), dan ikon dalam iklan (naga) memunculkan keunikan sekaligus kebingungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertanyaannya: mengapa kombinasi aneh ini digunakan?
Untuk memahami hal ini, kita perlu membedahnya dari tiga aspek: sejarah merek Bear Brand, strategi komunikasi visual dan iklan, serta makna simbolik dari naga dan beruang dalam budaya populer maupun psikologi pemasaran.
Sejarah Singkat Bear Brand
Bear Brand pertama kali diproduksi pada abad ke-19 oleh perusahaan susu Swiss yang kemudian bergabung dengan Nestlé.
Nama “Bear Brand” dipilih karena di Eropa, khususnya Swiss, beruang dianggap sebagai simbol kekuatan, daya tahan, dan kemurnian alam.
Meskipun produknya berbahan dasar susu sapi, gambar beruang dipakai sebagai brand identity untuk memberikan asosiasi bahwa susu ini murni, sehat, dan kuat.
Dalam perkembangannya, Bear Brand dipasarkan di Asia, termasuk Indonesia.
Branding berupa beruang putih dipertahankan karena sudah menjadi ciri khas global.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya







