Akarkata.com, Meranti – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan aparat kepolisian di wilayah Kecamatan Meranti.
Salah satu langkah konkret dilakukan dengan membantu distribusi hasil panen jagung petani desa ke gudang penyimpanan milik negara sebagai bagian dari program pemberdayaan pertanian berbasis desa.
Pada Rabu (18/02/2026), jajaran kepolisian setempat melaksanakan pengiriman jagung hasil panen program “1 desa 1 hektare” yang berasal dari Desa Selange dan Desa Meranti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil panen tersebut dikirim ke gudang Bulog sebagai bentuk dukungan terhadap stabilitas pasokan pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan petani lokal.
Pembelian Hasil Panen untuk Dorong Produktivitas Petani

Dalam kegiatan tersebut, hasil panen jagung dibeli langsung oleh aparat kepolisian sebagai bentuk dukungan nyata terhadap sektor pertanian masyarakat.
Kebijakan ini bertujuan memastikan hasil panen petani terserap pasar serta memiliki nilai ekonomi yang jelas.
Proses pengiriman dilakukan menggunakan kendaraan angkutan berat dengan pengawalan personel kepolisian guna menjamin distribusi berjalan aman dan lancar hingga lokasi tujuan.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Wilayah Kabupaten Landak yang berada di provinsi Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah pengembangan program pertanian desa berbasis produktivitas lahan.
Volume Panen Capai Lebih dari Lima Ton
Total jagung yang dikirim mencapai 116 karung dengan berat rata-rata sekitar 49 kilogram per karung setelah dilakukan penimbangan resmi di gudang Bulog.
Secara keseluruhan, jumlah produksi mencapai 5.684 kilogram.
Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan program pertanian berbasis desa yang terus didorong sebagai penggerak ekonomi masyarakat pedesaan.
Produksi yang stabil menunjukkan peningkatan kapasitas budidaya sekaligus potensi keberlanjutan program.
Kualitas Jagung Memenuhi Standar
Sebelum distribusi, kualitas jagung telah melalui pengujian sampel oleh pihak Bulog.
Hasil pengujian menunjukkan kadar air, tingkat kerusakan, serta kandungan aflatoksin masih dalam batas standar yang dapat diterima.
Pengujian awal sebelumnya juga melibatkan jajaran Polsek Mempawah Hulu sebagai bagian dari proses verifikasi kualitas hasil panen.
Hal ini memastikan produk yang disalurkan memenuhi persyaratan penyimpanan dan distribusi pangan nasional.
Komitmen Kepolisian Dukung Ketahanan Pangan
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian di bawah koordinasi Polres Landak dan Polda Kalbar dalam mendukung sektor pertanian masyarakat.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kapolsek Meranti Uwes menjelaskan bahwa keterlibatan kepolisian dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat.
Menurutnya, kepolisian tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui dukungan distribusi dan penyerapan hasil panen.
Sinergi Petani, Pemerintah Desa, dan Kepolisian
Keberhasilan pengiriman jagung tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah desa, hingga aparat kepolisian.
Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat sektor pertanian berbasis komunitas.
Pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi, meningkatkan kualitas hasil panen, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani.
Dorong Ekonomi Desa dan Ketahanan Pangan Nasional
Program “1 desa 1 hektare” diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pedesaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.
Dengan dukungan distribusi yang terstruktur, hasil panen petani dapat terserap optimal dan memberikan dampak ekonomi nyata.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin termotivasi meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat kemandirian pangan lokal.











