Akarkata.com, Pontianak — Personel Operasi Ketupat Kapuas 2026 Polda Kalimantan Barat melaksanakan pengamanan ketat terhadap aksi damai dalam rangka peringatan Hari Internasional Al-Quds 2026 yang digelar oleh organisasi World Anti-Zionism Brotherhood (WAZIB) di kawasan Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura (Untan), Kota Pontianak, Jumat (13/3/2026).
Kehadiran aparat kepolisian bertujuan memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung aman, tertib, serta tidak mengganggu aktivitas umum maupun arus lalu lintas di pusat kota.
Massa Berkumpul di Taman Digulis
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi damai dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dengan titik kumpul di area parkir Taman Digulis.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 50 orang peserta hadir membawa spanduk serta atribut yang menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Para peserta secara bergantian menyampaikan orasi yang berisi seruan solidaritas internasional serta kritik terhadap kebijakan global yang dinilai tidak berpihak kepada Palestina.
Kegiatan berlangsung tertib dengan pengawasan aparat kepolisian yang ditempatkan di beberapa titik strategis di sekitar Bundaran Digulis.
Tuntutan Utama Peserta Aksi

Dalam orasi yang disampaikan, massa WAZIB menekankan sejumlah tuntutan penting terkait isu Palestina.
Salah satu poin utama adalah penegasan bahwa kedaulatan Palestina harus ditentukan sepenuhnya oleh rakyat Palestina tanpa intervensi pihak luar.
Selain itu, peserta aksi juga mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk tetap konsisten menjalankan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan di dunia.
Massa juga menyampaikan tuntutan agar Indonesia keluar dari keanggotaan Board of Peace.
Mereka menegaskan bahwa sikap anti-zionisme merupakan bentuk perlawanan terhadap sistem apartheid dan diskriminasi rasial, bukan terhadap identitas agama tertentu.
Pengamanan Dilakukan Secara Humanis

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., selaku Kasatgas Humas Ops Ketupat Kapuas 2026, menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan secara profesional dan humanis.
Menurutnya, Polri memiliki kewajiban menjamin hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum, selama kegiatan tersebut berlangsung sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami menerjunkan personel dari Satgas Ops Ketupat Kapuas 2026 untuk mengawal jalannya aksi damai ini,” ujar Kombes Pol. Bambang Suharyono.
Fokus utama pengamanan adalah menjaga ketertiban umum, mencegah potensi gangguan keamanan, serta memastikan lalu lintas di sekitar lokasi tetap berjalan lancar.
Situasi Tetap Aman Hingga Aksi Berakhir

Selama berlangsungnya aksi, situasi di sekitar Bundaran Digulis terpantau kondusif.
Tidak terjadi tindakan anarkis maupun gangguan kamtibmas yang signifikan.
Aparat kepolisian juga berkoordinasi dengan koordinator lapangan aksi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.
“Hingga massa membubarkan diri, situasi sangat aman dan kondusif. Kami berterima kasih kepada peserta aksi yang telah mematuhi aturan,” tambah Bambang.
Setelah kegiatan selesai, arus lalu lintas di kawasan tersebut kembali normal tanpa hambatan berarti.
Bagian dari Operasi Ketupat Kapuas 2026

Pengamanan aksi ini merupakan bagian dari tugas Operasi Ketupat Kapuas 2026 yang tidak hanya fokus pada pengamanan arus mudik Lebaran, tetapi juga menjaga stabilitas keamanan wilayah secara keseluruhan.
Polda Kalbar menempatkan personel di berbagai lokasi strategis untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman selama periode operasi berlangsung.
Tagline Operasi Ketupat Kapuas tahun ini adalah “Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” yang menekankan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Komitmen Polda Kalbar Jaga Stabilitas Kamtibmas

Polda Kalbar menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendekatan yang profesional, humanis, dan persuasif.
Selain pengamanan kegiatan masyarakat, personel juga tetap melakukan patroli rutin di wilayah hukum Polda Kalimantan Barat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Dengan pengamanan yang optimal, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang tanpa rasa khawatir.
Arus Lalu Lintas Kembali Normal

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Bundaran Digulis Untan Pontianak telah kembali normal.
Kendaraan dapat melintas dengan lancar, dan aktivitas masyarakat berlangsung seperti biasa.
Personel kepolisian masih melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi keamanan tetap stabil.
Keberhasilan pengamanan ini menjadi bukti kesiapsiagaan aparat dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan ketertiban umum.











