Akarkata.com, Sebangki, Landak – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, personel Polsek Sebangki, Polres Landak, Polda Kalbar melaksanakan patroli siang dengan menyambangi warga di sejumlah titik pada Selasa (21/4/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memantau situasi kamtibmas, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat terkait maraknya penipuan yang mengatasnamakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Patroli dilakukan secara humanis dengan berdialog langsung bersama warga yang sedang beraktivitas di warung, tempat berkumpul, maupun lingkungan permukiman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, petugas menyampaikan imbauan agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang kini semakin sering terjadi.
Menurut petugas, pelaku penipuan biasanya menghubungi korban melalui telepon, pesan singkat, aplikasi percakapan, atau media sosial.
Pelaku kemudian mengaku sebagai petugas OJK dan menawarkan bantuan terkait masalah keuangan, pinjaman, pencairan dana, hingga klaim tertentu.
Padahal, semua itu hanyalah modus untuk mendapatkan data pribadi korban maupun mengambil uang korban dengan berbagai alasan.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Sebangki IPDA Rudiansyah menjelaskan secara terpisah bahwa penipuan yang mengatasnamakan OJK saat ini semakin marak dan sangat meresahkan masyarakat.
“Pelaku biasanya berpura-pura sebagai petugas dari lembaga resmi dan menawarkan bantuan terkait masalah keuangan, pinjaman, atau klaim tertentu. Padahal, itu adalah modus untuk mengambil data pribadi maupun uang korban,” ujar IPDA Rudiansyah.
Kapolsek Sebangki menambahkan bahwa masyarakat harus lebih teliti dan tidak mudah percaya apabila ada pihak yang menghubungi serta meminta informasi pribadi.
Warga diimbau agar tidak pernah memberikan nomor rekening, PIN ATM, password, kode OTP, maupun data pribadi lainnya kepada siapa pun, terutama kepada orang yang baru dikenal atau mengaku dari instansi tertentu.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu melakukan verifikasi ke instansi resmi apabila menerima informasi yang mencurigakan.
Jika ada pihak yang mengaku dari OJK, warga dapat mengecek kebenarannya melalui saluran resmi sebelum mengambil tindakan.
“Kami berharap masyarakat tidak mudah percaya. Jika ada yang mengaku dari OJK dan meminta data pribadi atau uang, jangan langsung ditanggapi. Pastikan terlebih dahulu melalui instansi resmi,” tambah IPDA Rudiansyah.
Dalam kesempatan tersebut, petugas juga mengingatkan bahwa OJK maupun lembaga resmi lainnya tidak pernah meminta data pribadi, PIN, atau kode OTP melalui telepon dan pesan singkat.
Karena itu, masyarakat diminta untuk lebih waspada dan segera menghentikan komunikasi apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.
Sejumlah warga yang ditemui mengaku pernah menerima pesan atau telepon serupa.
Bahkan, ada warga yang hampir percaya karena pelaku berbicara dengan meyakinkan dan menggunakan identitas lembaga resmi.
“Untung polisi datang memberikan penjelasan. Saya pernah ditelepon orang yang mengaku dari OJK dan meminta data rekening, tapi sekarang saya jadi tahu itu penipuan,” ujar salah seorang warga.
IPDA Rudiansyah juga mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan antaranggota keluarga dan lingkungan sekitar.
Menurutnya, semakin banyak warga yang memahami modus penipuan tersebut, maka semakin kecil peluang pelaku untuk mendapatkan korban.
“Kami berharap warga lebih waspada dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi penipuan. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah tindak kejahatan ini,” tegas IPDA Rudiansyah.
Melalui patroli siang yang disertai edukasi secara langsung, Polsek Sebangki berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya penipuan berkedok OJK.
Dengan komunikasi yang baik antara polisi dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Sebangki tetap aman, nyaman, dan kondusif.











