Akarkata.com, Sekadau, Kalbar – Kesigapan aparat gabungan dan koordinasi cepat lintas instansi akhirnya membuahkan hasil.
Helikopter milik KPN Plantation dengan nomor registrasi PK-CFX yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah pedalaman Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, berhasil ditemukan oleh tim gabungan pada Kamis malam, 16 April 2026.
Helikopter tersebut sebelumnya dinyatakan hilang kontak saat melintas di kawasan pedalaman Sekadau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Insiden ini langsung mendapat perhatian serius dari Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Basarnas Pontianak, TNI, dan berbagai unsur terkait lainnya.
Begitu menerima laporan hilangnya helikopter, Polda Kalbar segera bergerak cepat dengan menerjunkan personel SAR dari berbagai satuan untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan.
Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Pedalaman Sekadau

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengungkapkan bahwa berdasarkan data awal, titik perkiraan lokasi hilangnya kontak helikopter berada pada koordinat 00°12’00” LS dan 110°44’00” BT.
Lokasi tersebut diperkirakan berada sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang dengan arah radial 258 derajat.
Wilayah yang menjadi lokasi pencarian dikenal cukup sulit dijangkau karena berada di kawasan pedalaman dengan medan yang berat dan dipenuhi perbukitan serta hutan lebat.
“Benar, kami menerima informasi terkait hilangnya kontak helikopter PK-CFX di wilayah Sekadau,” ujar Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra.
Dalam helikopter tersebut terdapat delapan orang, terdiri dari dua kru dan enam penumpang.
Kru helikopter diketahui masing-masing adalah pilot Captain Marindra W. dan EOB Harun Arasyid.
Sementara enam penumpang yang berada di dalam helikopter tercatat atas nama Patrick K., Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito.
Informasi hilangnya helikopter segera memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan berbagai unsur gabungan.
Tim bergerak dengan memanfaatkan informasi koordinat terakhir untuk mempersempit area pencarian.
Kapolda Kalbar Instruksikan Pengerahan Tim SAR Gabungan

Menanggapi insiden tersebut, Kapolda Kalbar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. langsung memberikan instruksi kepada seluruh jajaran terkait agar segera turun ke lapangan dan mendukung penuh upaya pencarian.
Melalui Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., Kapolda menegaskan bahwa Polda Kalbar bergerak cepat sejak awal menerima laporan hilangnya kontak helikopter PK-CFX.
“Sesaat setelah menerima laporan, Kapolda Kalbar langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk bergerak. Kami dari Polda Kalbar sangat sigap dan telah bergabung dengan tim SAR gabungan guna mempercepat proses penemuan titik koordinat helikopter tersebut,” ungkap Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H.
Sebanyak 74 personel gabungan dari Polda Kalbar dan Polres setempat diterjunkan dalam operasi tersebut.
Mereka bergabung bersama Basarnas, TNI, BPBD, dan unsur masyarakat untuk melakukan pencarian di wilayah yang diduga menjadi lokasi jatuhnya helikopter.
SAR Brimob, Sabhara dan Bid Dokkes Dikerahkan

Untuk memaksimalkan pencarian, Polda Kalbar mengerahkan berbagai satuan dengan tugas yang berbeda sesuai kemampuan masing-masing.
SAR Brimob ditugaskan untuk mengirim personel yang memiliki keahlian di bidang navigasi dan penyelamatan di medan berat.
Personel ini berperan penting karena lokasi pencarian berada di kawasan hutan dan perbukitan yang sulit dijangkau kendaraan.
Sementara itu, Sabhara bertugas menyiapkan unit pendukung untuk melakukan penyisiran area darat.
Mereka bergerak menyisir jalur-jalur yang diduga menjadi titik jatuhnya helikopter.
Bidang Kedokteran dan Kesehatan atau Bid Dokkes Polda Kalbar juga disiagakan dengan menurunkan tim medis dan ambulans di titik terdekat.
Tim medis dipersiapkan untuk melakukan penanganan darurat segera setelah korban berhasil ditemukan.
“SAR Brimob bertugas mengirimkan personel ahli navigasi dan penyelamatan medan berat. Sabhara menyiapkan unit pendukung untuk penyisiran area darat, sedangkan Bid Dokkes menyiagakan tim medis dan ambulans di titik terdekat untuk penanganan darurat pasca-penemuan,” tambah Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H.
Lokasi Jatuhnya Helikopter Berhasil Ditemukan
Berkat kesigapan dan kerja sama seluruh pihak, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter PK-CFX pada pukul 18.50 WIB.
Lokasi ditemukan berada di kawasan Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Untuk mencapai lokasi kejadian, tim harus berjalan kaki selama kurang lebih satu jam 30 menit dari jalan utama menuju titik jatuhnya helikopter.
“Bahwa pada pukul 18.50 WIB, tim gabungan sudah berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter,” jelas Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H.
Namun demikian, proses evakuasi tidak dapat langsung dilakukan pada malam hari.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Basarnas, kondisi medan yang terjal dan minim pencahayaan membuat evakuasi berisiko jika dipaksakan dilakukan malam itu.
“TKP ditempuh dengan jalan kaki kurang lebih selama satu jam tiga puluh menit dari Jalan Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Hasil koordinasi dengan Basarnas, tidak memungkinkan dilakukan evakuasi malam ini dikarenakan jalan terjal dan kondisi gelap. Rencana besok pagi akan dilaksanakan evakuasi,” ujar Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H.
Evakuasi Gunakan Helikopter Super Puma TNI AU
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa proses evakuasi akan dimulai pada Jumat pagi, 17 April 2026, mulai pukul 06.00 WIB.
Evakuasi direncanakan menggunakan helikopter Super Puma milik TNI Angkatan Udara.
Helikopter tersebut akan diterbangkan menuju lokasi jatuhnya PK-CFX untuk mengevakuasi korban ke Bandara Supadio Pontianak.
Setelah tiba di Bandara Supadio, jenazah korban akan dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Pontianak.
Tim DVI Bid Dokkes Polda Kalbar telah disiapkan untuk melaksanakan proses identifikasi dan visum jenazah.
“Jenazah korban helikopter jatuh akan dievakuasi menggunakan helikopter Super Puma TNI AU menuju Bandara Supadio Pontianak, selanjutnya akan dibawa dengan ambulans jenazah ke RS Bhayangkara Tk II Pontianak,” pungkas I Made Junetra.
Keberhasilan menemukan lokasi helikopter PK-CFX menjadi bukti kuat bahwa sinergi antara Polda Kalbar, Basarnas, TNI, dan seluruh unsur gabungan mampu mempercepat proses pencarian di medan yang sulit.
Kerja sama tersebut juga menunjukkan kesiapan aparat dalam menghadapi situasi darurat demi menyelamatkan dan mengevakuasi korban secara maksimal.











