Akarkata.com, Sintang, Kalbar – Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menghadiri acara perpisahan siswa kelas VI SD Panca Setya 1 Sintang yang digelar di Pendopo Bupati Sintang pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Sintang tersebut menjadi momen istimewa bagi para siswa yang akan menyelesaikan pendidikan dasar dan melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kegiatan perpisahan berlangsung penuh kehangatan dan dihadiri oleh perwakilan Yayasan Sukma, pimpinan sekolah, dewan guru, siswa kelas I hingga kelas VI, serta para orang tua murid.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 29 siswa kelas VI SD Panca Setya 1 Sintang akan resmi menyelesaikan pendidikan dasar dan bersiap melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.
Bupati Sintang Akui Memiliki Ikatan dengan Yayasan Sukma

Dalam sambutannya, Gregorius Herkulanus Bala mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kedekatan emosional dengan Yayasan Sukma karena pernah mengenyam pendidikan di sekolah yang dikelola yayasan tersebut di kawasan Lanjing Kelam Permai.
Menurutnya, Yayasan Sukma memiliki kontribusi besar dalam dunia pendidikan di Kabupaten Sintang dan perlu terus menjaga kualitas layanan pendidikan agar tetap mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
“Yayasan Sukma harus mampu menjaga sekolah yang masih ada dengan meningkatkan kualitasnya supaya terus mendapatkan kepercayaan dari orang tua murid. Masih cukup banyaknya siswa menandakan masih adanya pengakuan masyarakat terhadap keberadaan sekolah ini,” ujar Gregorius Herkulanus Bala.
Ia menambahkan bahwa kualitas pendidikan yang baik menjadi faktor utama dalam membangun generasi muda yang berdaya saing dan berkarakter.
Kisah Masa Kecil Jadi Motivasi bagi Para Pelajar

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sintang juga membagikan pengalaman hidupnya semasa sekolah.
Ia mengaku pernah mengalami berbagai keterbatasan ekonomi saat masih duduk di bangku sekolah dasar, bahkan pernah tidak naik kelas dan terlambat membayar uang sekolah.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran berharga yang membentuk karakter dan semangat juangnya hingga mampu meraih kesuksesan saat ini.
“Saya dulu pernah tidak naik kelas waktu SD dan pernah terlambat membayar uang sekolah karena keterbatasan. Maka saya berpesan kepada anak-anak dan orang tua yang mungkin mengalami kendala seperti saya dulu, jangan berkecil hati. Dari keadaan yang sulit sering kali muncul titik balik menuju keberhasilan,” pesannya.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari para siswa maupun orang tua yang hadir karena memberikan motivasi bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita.
Pesan untuk Lulusan SD Panca Setya 1 Sintang

Kepada 29 siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke SMP, Gregorius Herkulanus Bala berpesan agar selalu menjaga nama baik sekolah dan Yayasan Sukma di mana pun mereka berada.
Ia mengingatkan para siswa untuk tetap rendah hati, tidak sombong, namun juga tidak merasa minder dalam bergaul dan berkompetisi di lingkungan pendidikan yang baru.
Menurutnya, perilaku dan prestasi para alumni akan menjadi cerminan kualitas sekolah yang telah mendidik mereka selama ini.
“Bawa nama SD Panca Setya 1 Sintang dan Yayasan Sukma dengan baik. Jangan membuat malu, jangan sombong, tetapi jangan minder. Tunjukkan bahwa kalian adalah alumni yang membanggakan,” tegasnya.
Dorong Kualitas Pendidikan dan Jauhi Narkoba

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sintang juga mengajak pihak yayasan dan sekolah untuk terus menjaga kualitas pendidikan serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para guru dan pengelola sekolah yang telah berkontribusi dalam mencerdaskan generasi muda Kabupaten Sintang.
Selain itu, Gregorius Herkulanus Bala juga berpesan kepada seluruh pelajar agar menjauhi penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.
“Saya berterima kasih kepada yayasan dan sekolah yang telah mendidik warga Kabupaten Sintang. Kepada seluruh pelajar, pesan saya satu, jauhi narkoba dan fokuslah mengejar cita-cita,” tutupnya.
Acara perpisahan tersebut menjadi momentum penuh makna yang tidak hanya menandai berakhirnya masa pendidikan dasar para siswa, tetapi juga menjadi sarana motivasi bagi generasi muda untuk terus belajar, berprestasi, dan menjaga nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.











