Akarkata.com, Bogor — Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Edison Isir, menegaskan bahwa wartawan memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penegasan tersebut disampaikannya saat bersilaturahmi dan berdiskusi dengan para pimpinan media massa dalam kegiatan Retret Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) di Pusat Pendidikan Bela Negara Kemhan RI, Rumpin, Bogor, pada Sabtu (31/1/2026).
Dalam suasana penuh keakraban, Irjen Pol Johnny Edison Isir yang baru saja dilantik sebagai Kadiv Humas Polri memperkenalkan diri sekaligus menyapa langsung para insan pers peserta retret.
Peraih Adhimakayasa Akpol 1996 tersebut terlibat dialog terbuka mengenai tantangan dan peran media dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi wartawan dalam membangun narasi publik yang sehat, informatif, dan edukatif melalui karya jurnalistik yang konstruktif dan berimbang.
Menurutnya, peran pers tidak hanya sebatas penyampai informasi, tetapi juga bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat demokrasi, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
“Hal ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa wartawan memiliki peran strategis dalam menjaga nilai kebangsaan, demokrasi, serta keutuhan NKRI,” ujar Irjen Pol Johnny Edison Isir.
Lebih lanjut, Kadiv Humas Polri menekankan bahwa kebebasan pers merupakan amanat konstitusi yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi yang berlandaskan hukum.
“Dalam negara demokrasi yang berlandaskan hukum, pers merupakan salah satu pilar utama. Kebebasan pers adalah amanat konstitusi yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab, menjunjung tinggi profesionalisme, serta mematuhi hukum dan etika jurnalistik.
“Kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab, profesionalisme, serta penghormatan terhadap hukum dan etika jurnalistik,” pungkasnya.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan sinergi antara Polri dan insan pers semakin kuat dalam menciptakan ruang publik yang sehat, berimbang, dan mendukung penguatan nilai kebangsaan serta demokrasi di Indonesia.
Update informasi Akarkata.com melalui Kanal Media Sosial Klik:











