Akarkata.com, Singkawang – Upaya mempercepat pembangunan ekonomi berbasis masyarakat terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk unsur TNI.
Hal ini terlihat dari keikutsertaan Komandan Kodim 1202/Singkawang dalam kegiatan evaluasi percepatan pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kuala yang digelar secara daring bersama jajaran pusat.
Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi pembangunan koperasi yang beralamat di Jalan Yos Sudarso No. 321, Kelurahan Kuala, wilayah administratif Kota Singkawang, Rabu (18/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran unsur TNI dalam kegiatan ini menegaskan komitmen kuat dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan melalui percepatan pembangunan koperasi di tingkat lokal.
Komandan Kodim, Letkol Arh Muhammad Ivan Juniar, mengikuti rapat evaluasi melalui video conference yang melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Selain itu, Babinsa setempat juga turut melakukan monitoring langsung di lapangan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Sinergi Lintas Sektor Dorong Pembangunan Ekonomi Kerakyatan

Rapat evaluasi percepatan pembangunan koperasi ini dihadiri sejumlah pejabat dan instansi daerah, di antaranya perwakilan BPKAD Kota Singkawang, unsur kecamatan, perwakilan Dinas Koperasi Kota Singkawang, pengawas Agrinas Singkawang, serta jajaran teritorial TNI setempat.
Keterlibatan berbagai instansi ini menunjukkan bahwa pembangunan koperasi bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis komunitas.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat teritorial, percepatan pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih efektif, terukur, serta tepat sasaran.
Dalam forum evaluasi tersebut, ditekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar program pembangunan koperasi benar-benar mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
Koperasi diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif warga.
Monitoring Lapangan Pastikan Pembangunan Sesuai Target

Selain mengikuti rapat secara daring, Dandim bersama pejabat terkait juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan koperasi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan progres fisik berjalan sesuai perencanaan serta memenuhi standar kualitas konstruksi dan regulasi yang berlaku.
Monitoring lapangan menjadi bagian penting dari pengawasan terpadu.

Tidak hanya menilai capaian pembangunan fisik, tetapi juga memantau kelengkapan administrasi, kesiapan operasional, serta efektivitas koordinasi antarinstansi.
Menurut Dandim, evaluasi berkala sangat diperlukan untuk mengidentifikasi hambatan sejak dini, baik yang bersifat teknis maupun administratif.

Dengan begitu, solusi dapat segera dirumuskan dan implementasi pembangunan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Peran Strategis TNI dalam Pendampingan Pembangunan Daerah

Keterlibatan TNI dalam pembangunan koperasi desa mencerminkan fungsi pembinaan teritorial yang tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
Pendampingan yang dilakukan aparat teritorial bertujuan memastikan program pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata bagi warga.
Pengawasan pembangunan, fasilitasi koordinasi, serta dukungan operasional menjadi bagian dari kontribusi TNI dalam memperkuat struktur ekonomi lokal.
Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Berbasis Koperasi

Pembangunan Koperasi Merah Putih Kuala memiliki tujuan strategis, yaitu menciptakan pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
Melalui koperasi, masyarakat diharapkan memiliki akses lebih luas terhadap permodalan, distribusi hasil produksi, hingga pengembangan usaha bersama.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi lokal agar lebih tahan terhadap gejolak eksternal.
Dengan koperasi yang dikelola secara profesional dan transparan, peluang peningkatan pendapatan masyarakat semakin terbuka.
Selain itu, koperasi diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi antarwarga, memperkuat solidaritas sosial, serta menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di tingkat kelurahan.
Harapan terhadap Penyelesaian Proyek dan Dampak Jangka Panjang

Melalui evaluasi menyeluruh yang melibatkan berbagai pihak, pembangunan Koperasi Merah Putih Kuala diharapkan dapat segera rampung sesuai target.
Setelah beroperasi, koperasi ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari peningkatan pendapatan hingga perluasan kesempatan usaha.
Keberhasilan pembangunan koperasi ini juga diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan TNI, penguatan ekonomi kerakyatan dapat berjalan lebih optimal dan merata.
Komitmen bersama dalam percepatan pembangunan koperasi menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat serta memperkuat fondasi pembangunan daerah secara berkelanjutan.











