Akarkata.com, Bengkayang, Kalbar – Keselamatan masyarakat di wilayah perbatasan kembali menjadi perhatian utama jajaran Kodim 1209/Bengkayang.
Melalui Koramil 1209-07/Jagoi Babang, personel TNI bersama warga melaksanakan karya bakti rehabilitasi jembatan gantung di Desa Gersik, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Sabtu (18/4/2026).
Perbaikan dilakukan karena kondisi jembatan yang menjadi akses utama warga Dusun Senaning tersebut sudah sangat memprihatinkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lantai jembatan dipenuhi papan kayu yang lapuk, berlubang, dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas setiap hari.
Selain itu, tali pengaman jembatan juga sudah mulai rapuh dan tidak layak digunakan.
Melihat kondisi tersebut, personel Koramil Jagoi Babang langsung turun ke lapangan bersama warga dan pemerintah desa untuk melakukan perbaikan.
Aksi gotong royong ini menjadi bukti nyata kuatnya kebersamaan antara TNI dan masyarakat di wilayah perbatasan.
Jembatan Gantung Jadi Urat Nadi Aktivitas Warga

Jembatan gantung di Desa Gersik memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat Dusun Senaning.
Infrastruktur tersebut merupakan jalur utama yang digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari, mulai dari pergi ke kebun, mengangkut hasil panen, menuju sekolah, hingga mengakses layanan kesehatan.
Karena menjadi satu-satunya akses penghubung antarwilayah, kerusakan jembatan membuat warga harus ekstra hati-hati setiap kali melintas.
Bahkan, tidak sedikit warga yang merasa khawatir ketika harus membawa hasil bumi atau melintasi jembatan pada malam hari.
Kondisi jembatan yang rusak juga dikhawatirkan dapat menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Jika tidak segera diperbaiki, kerusakan tersebut berpotensi mengganggu distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok warga.
Oleh sebab itu, perbaikan jembatan menjadi kebutuhan mendesak agar roda perekonomian dan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan lancar.
Koramil Jagoi Babang Bergerak Cepat Setelah Terima Laporan

Pjs. Danramil 1209-07/Jagoi Babang menjelaskan bahwa perbaikan jembatan dilakukan segera setelah pihaknya menerima laporan mengenai kondisi lantai jembatan yang berlubang dan membahayakan.
Menurutnya, tindakan cepat harus dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Keselamatan warga menjadi prioritas utama sehingga perbaikan tidak bisa ditunda.
“Kami tidak ingin menunggu ada korban. Begitu ada laporan lantai jembatan bolong dan membahayakan, personel langsung turun bersama warga untuk mengganti material kayu dengan yang lebih kokoh,” ujar Pjs. Danramil 1209-07/Jagoi Babang.
Setelah menerima laporan, personel Koramil segera berkoordinasi dengan pemerintah Desa Gersik dan tokoh masyarakat.
Selanjutnya, mereka bersama-sama menentukan langkah perbaikan dan menyiapkan material yang diperlukan.
Kayu-kayu yang telah lapuk diganti dengan material baru yang lebih kuat dan aman.
Tali pengaman yang rusak juga diperbaiki agar masyarakat dapat melintasi jembatan dengan lebih nyaman.
Warga dan Babinsa Bahu-Membahu dalam Gotong Royong
Aksi perbaikan jembatan di Desa Gersik tidak hanya melibatkan personel TNI, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari warga Dusun Senaning dan Pemerintah Desa Gersik.
Sejak pagi hari, warga bersama para Babinsa terlihat bergotong royong mengangkut papan kayu, alat kerja, dan material lainnya menuju lokasi jembatan.
Mereka bekerja sama memasang papan satu per satu agar jembatan kembali kokoh.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Meski pekerjaan cukup berat, seluruh warga tetap bersemangat karena mereka menyadari pentingnya keberadaan jembatan tersebut.
Babinsa yang hadir di lapangan juga tidak hanya memberikan arahan, tetapi ikut terlibat langsung dalam proses perbaikan.
Mulai dari memotong kayu, memasang lantai jembatan, hingga memastikan seluruh bagian terpasang dengan presisi.
Kebersamaan inilah yang membuat pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat.
Gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan bahwa berbagai persoalan di desa dapat diatasi apabila dikerjakan bersama-sama.
Perbaikan Jembatan Bantu Kelancaran Ekonomi dan Pendidikan
Setelah perbaikan selesai dilakukan, masyarakat Desa Gersik kini dapat melintasi jembatan dengan lebih aman dan nyaman.
Warga yang sebelumnya khawatir karena kondisi jembatan rusak kini tidak lagi dihantui rasa waswas, terutama ketika harus membawa hasil panen dari kebun.
Jembatan yang sudah diperbaiki juga akan mempermudah anak-anak menuju sekolah dan memudahkan masyarakat mengakses fasilitas kesehatan.
Keberadaan jembatan yang aman sangat penting bagi kelangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagian besar warga Dusun Senaning menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan.
Karena itu, akses transportasi yang memadai menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan ekonomi desa.
Jika jembatan rusak dan tidak bisa digunakan, masyarakat akan kesulitan menjual hasil bumi mereka.
Akibatnya, pendapatan warga juga dapat menurun.
Dengan selesainya rehabilitasi jembatan gantung tersebut, aktivitas masyarakat dipastikan kembali berjalan normal.
Hal ini juga akan berdampak positif terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan warga di wilayah perbatasan.
Bukti Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Kegiatan karya bakti yang dilakukan Koramil 1209-07/Jagoi Babang bersama masyarakat Desa Gersik menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.
Di tengah keterbatasan infrastruktur dan kondisi wilayah perbatasan, semangat kebersamaan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Kodim 1209/Bengkayang menunjukkan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan, tetapi juga membantu mengatasi persoalan sosial dan infrastruktur di daerah.
Melalui swadaya, gotong royong, dan kerja sama yang baik, infrastruktur desa yang rusak dapat dipulihkan demi menjamin keselamatan warga.
Ke depan, diharapkan semangat seperti ini terus terjaga sehingga pembangunan di wilayah perbatasan dapat berjalan lebih baik dan masyarakat semakin merasakan manfaat kehadiran TNI.
(Pendam XII/Tpr)











