Akarkata.com, Melawi – Kabupaten Melawi kembali menorehkan prestasi di lingkungan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.
Kapolres Melawi, AKBP Harris Batara Simbolon, menerima penghargaan dari Kapolda Kalbar atas keberhasilan jajarannya dalam program pemanfaatan lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan.
Apresiasi tersebut diberikan setelah Polres Melawi berhasil meraih posisi kedua dalam capaian target penanaman lahan tertinggi pada Program 2 Pemanfaatan Lahan Produktif Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan Polda Kalbar periode Januari–Februari 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyerahan piagam dilakukan langsung oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto dalam upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional yang berlangsung di Lapangan Jananuraga Mapolda Kalbar, Rabu 18 Februari 2026.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin bulanan yang juga menjadi momen evaluasi kinerja sekaligus pemberian penghargaan bagi satuan kerja di jajaran Polda Kalbar.
Program Pemanfaatan Lahan Jadi Fokus Polri

Program pemanfaatan lahan produktif merupakan salah satu kebijakan strategis Polri dalam membantu pemerintah menjaga stabilitas pangan nasional.
Melalui program ini, lahan tidur atau lahan yang belum dimanfaatkan didorong menjadi area pertanian aktif yang menghasilkan bahan pangan bagi masyarakat.
Di Kabupaten Melawi, program tersebut diterapkan dengan mengoptimalkan berbagai lahan kosong di sekitar lingkungan kantor polisi, lahan milik pemerintah daerah, serta bekerja sama dengan kelompok tani setempat.
Hasilnya tidak hanya berupa peningkatan produksi pertanian, tetapi juga mempererat hubungan antara aparat kepolisian dengan warga.
Kapolres Melawi AKBP Harris Batara Simbolon menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
Ia menegaskan penghargaan yang diterima bukan hanya milik pimpinan, tetapi hasil kerja kolektif seluruh personel Polres Melawi bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan anggota kepolisian dalam program pertanian menjadi bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat.
Selain menjaga keamanan, polisi juga hadir membantu meningkatkan kesejahteraan warga.
“Capaian ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, terutama dalam mendukung ketahanan pangan melalui pengelolaan lahan produktif secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kolaborasi dengan Masyarakat dan Stakeholder

Keberhasilan Polres Melawi tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak.
Pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat setempat turut berperan aktif dalam proses penanaman hingga pemeliharaan tanaman pangan.
Beberapa komoditas yang dikembangkan antara lain jagung, sayuran, serta tanaman hortikultura yang memiliki masa panen relatif cepat.
Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat, sebagian hasil panen juga digunakan dalam kegiatan sosial dan bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Pendekatan kolaboratif ini dinilai efektif karena mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Warga tidak hanya menerima hasil panen, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai teknik pengolahan lahan, pemupukan, serta pemanfaatan pekarangan rumah.
Program ini sekaligus memperkuat konsep kepolisian modern yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pemberdayaan sosial.
Reward dan Evaluasi Kinerja
Pemberian penghargaan kepada para Kapolres merupakan bagian dari sistem reward and punishment Polda Kalbar.
Setiap satuan kerja dievaluasi berdasarkan capaian target, konsistensi pelaksanaan program, serta dampaknya terhadap masyarakat.
Penilaian dilakukan secara berkala setiap bulan.
Satuan yang berprestasi diberikan penghargaan, sedangkan yang belum optimal akan mendapatkan pembinaan agar program berjalan merata di seluruh wilayah.
Dengan diraihnya posisi juara kedua, Polres Melawi dinilai menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan kebijakan strategis Polri, khususnya di bidang ketahanan pangan.
Peran Polri di Luar Keamanan
Prestasi ini juga menunjukkan perubahan paradigma peran kepolisian.
Polri kini tidak hanya bertugas menjaga ketertiban dan keamanan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Program pemanfaatan lahan produktif menjadi contoh konkret bahwa kepolisian dapat terlibat dalam sektor ekonomi dan sosial masyarakat.
Keberadaan polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu membangun kepercayaan publik serta menciptakan hubungan yang lebih harmonis.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat melihat langsung manfaat kehadiran polisi.
Selain patroli keamanan, anggota kepolisian juga ikut menanam, merawat, hingga memanen tanaman bersama warga.
Ke depan, Polres Melawi berkomitmen untuk terus mengembangkan program tersebut agar dampaknya semakin luas.
Tidak hanya membantu ketersediaan pangan, tetapi juga meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat lokal.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat mampu menghasilkan manfaat nyata.
Dengan dukungan berkelanjutan, program ketahanan pangan berbasis lahan produktif diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi model bagi wilayah lain di Kalimantan Barat.











