Akarkata.com, Ketapang, Kalbar – Upaya memperkuat sistem pengamanan swakarsa atau pamswakarsa terus dilakukan oleh jajaran Polsek Nanga Tayap Polres Ketapang.
Salah satu langkah nyata tersebut terlihat melalui kegiatan pelatihan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Desa Lembah Hijau, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Senin, 20 April 2026.
Kegiatan pelatihan dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Polsek Nanga Tayap, Briptu Rahmad.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan berlangsung di balai desa dan diikuti oleh sejumlah anggota Linmas Desa Lembah Hijau dengan penuh antusias.
Melalui pelatihan ini, Polsek Nanga Tayap ingin meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan anggota Linmas agar lebih sigap dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan desa.
Pelatihan Linmas Jadi Upaya Perkuat Pamswakarsa

Keberadaan Linmas dinilai sangat penting dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tingkat desa.
Sebagai mitra Polri, anggota Linmas memiliki tugas membantu menjaga keamanan lingkungan, memberikan informasi kepada aparat, hingga membantu penanganan situasi darurat.
Karena itu, peningkatan kapasitas melalui pelatihan dianggap perlu dilakukan secara berkala.
Briptu Rahmad menjelaskan bahwa sistem pamswakarsa tidak dapat berjalan maksimal apabila anggota Linmas tidak memiliki kemampuan dan pemahaman yang cukup.
“Linmas merupakan garda terdepan di tingkat desa yang dapat membantu menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kapasitas melalui pelatihan seperti ini,” ujar Briptu Rahmad.
Ia menegaskan bahwa Polsek Nanga Tayap berkomitmen untuk terus mendampingi dan membina Linmas di wilayah binaannya.
Dengan adanya pelatihan, diharapkan anggota Linmas dapat menjalankan tugas secara lebih baik dan profesional.
Materi Dasar Tugas dan Fungsi Linmas

Dalam pelatihan tersebut, Briptu Rahmad memberikan materi dasar mengenai tugas dan fungsi Linmas.
Anggota Linmas diberikan pemahaman tentang peran mereka dalam menjaga keamanan lingkungan serta pentingnya koordinasi dengan aparat kepolisian dan pemerintah desa.
Briptu Rahmad menjelaskan bahwa Linmas bukan hanya bertugas menjaga keamanan saat ada kegiatan tertentu, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menciptakan suasana yang aman setiap hari.
Anggota Linmas diminta untuk aktif melakukan pemantauan lingkungan, mengenali potensi gangguan kamtibmas, dan segera melaporkan apabila terdapat hal-hal yang mencurigakan.
Selain itu, peserta pelatihan juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga sikap, kedisiplinan, dan tanggung jawab saat menjalankan tugas.
Menurut Briptu Rahmad, anggota Linmas harus menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat.
Peserta Dilatih Teknik Pengamanan Lingkungan

Selain materi teori, pelatihan juga diisi dengan pembekalan mengenai teknik dasar pengamanan lingkungan.
Briptu Rahmad mengajarkan bagaimana cara melakukan penjagaan di lingkungan desa, mengatur keamanan saat kegiatan masyarakat, serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi gangguan keamanan.
Anggota Linmas juga diajarkan cara bertindak dalam menghadapi situasi darurat, seperti perkelahian, kebakaran, maupun bencana alam.
Pelatihan tersebut bertujuan agar anggota Linmas tidak panik dan mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi di lapangan.
Menurut Briptu Rahmad, kemampuan tersebut sangat penting karena Linmas sering menjadi pihak pertama yang berada di lokasi sebelum aparat kepolisian datang.
Dengan keterampilan yang dimiliki, anggota Linmas dapat membantu menjaga situasi tetap aman sambil menunggu bantuan lebih lanjut.
Baris-Berbaris dan Kedisiplinan Jadi Bagian Penting

Dalam pelatihan di Balai Desa Lembah Hijau, Briptu Rahmad juga memberikan latihan baris-berbaris kepada anggota Linmas.
Latihan tersebut dilakukan untuk membentuk sikap disiplin, kekompakan, dan tanggung jawab.
Anggota Linmas diajarkan cara berdiri yang benar, sikap sempurna, penghormatan, hingga gerakan dasar baris-berbaris.
Meskipun terlihat sederhana, latihan tersebut dinilai penting karena dapat membentuk karakter dan mental anggota Linmas.
Briptu Rahmad menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan modal utama dalam menjalankan tugas.
Tanpa disiplin, anggota Linmas akan sulit bekerja sama dan tidak mampu melaksanakan tugas dengan baik.
Selain itu, latihan baris-berbaris juga bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri anggota saat bertugas di lapangan.
Simulasi Penanganan Gangguan Kamtibmas

Untuk meningkatkan kemampuan praktis, pelatihan juga dilengkapi dengan simulasi penanganan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas.
Dalam simulasi tersebut, anggota Linmas diajak mempraktikkan langsung bagaimana cara bertindak apabila terjadi gangguan keamanan di desa.
Misalnya, bagaimana menghadapi keributan, mengatur masyarakat saat terjadi bencana, atau memberikan pertolongan awal ketika ada warga yang membutuhkan bantuan.
Briptu Rahmad menjelaskan bahwa simulasi dilakukan agar anggota Linmas lebih siap ketika menghadapi situasi nyata.
Dengan latihan secara langsung, anggota akan lebih memahami tugas masing-masing dan tidak mudah panik.
Peserta terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian simulasi. Mereka juga aktif bertanya mengenai hal-hal yang sering terjadi di lingkungan desa.
Koordinasi dengan Polsek dan Pemerintah Desa Harus Diperkuat

Dalam arahannya, Briptu Rahmad juga mengingatkan seluruh anggota Linmas agar selalu menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Polsek Nanga Tayap dan pemerintah desa.
Menurutnya, keamanan desa tidak dapat dijaga hanya oleh satu pihak saja.
Diperlukan kerja sama yang erat antara Linmas, aparat desa, dan kepolisian agar setiap persoalan dapat ditangani dengan cepat.
Briptu Rahmad meminta anggota Linmas untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan, seperti pencurian, perkelahian, atau kejadian lain yang meresahkan masyarakat.
Dengan adanya koordinasi yang baik, setiap masalah dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi lebih besar.
Pelatihan Diharapkan Ciptakan Desa yang Aman dan Kondusif

Melalui kegiatan pelatihan ini, Polsek Nanga Tayap berharap kemampuan dan kesiapsiagaan anggota Linmas Desa Lembah Hijau semakin meningkat.
Dengan anggota Linmas yang terampil, disiplin, dan mampu bekerja sama, situasi kamtibmas di Desa Lembah Hijau diharapkan tetap aman dan kondusif.
Briptu Rahmad menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pembinaan terhadap Linmas di wilayah binaannya.
Polsek Nanga Tayap optimistis bahwa melalui sinergi antara kepolisian, Linmas, dan masyarakat, keamanan desa dapat terus terjaga dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan nyaman.











