Akarkata.com, Kubu Raya, Kalimantan Barat – Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., memimpin langsung rapat Dewan Pengawas Rumah Sakit Tingkat II Kartika Husada Kesdam XII/Tpr, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan terhadap pelayanan kesehatan di lingkungan TNI.
Rapat strategis ini bertujuan memastikan sistem pengelolaan rumah sakit berjalan efektif serta mampu memberikan pelayanan medis yang optimal bagi prajurit, keluarga besar TNI, dan masyarakat umum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan unsur pengawas internal maupun eksternal guna menciptakan tata kelola rumah sakit yang profesional dan akuntabel.
Evaluasi Berkala Kinerja Rumah Sakit

Dalam pertemuan tersebut, Pangdam menegaskan pentingnya pengawasan rutin terhadap fasilitas kesehatan militer.
Menurutnya, rumah sakit militer memiliki peran vital dalam menjaga kesiapan fisik prajurit, yang berpengaruh langsung terhadap kesiapan operasional satuan.
RS Kartika Husada bukan hanya melayani anggota TNI, tetapi juga masyarakat sipil.
Karena itu, kualitas pelayanan harus memenuhi standar kesehatan nasional dan mampu bersaing dengan fasilitas kesehatan lainnya.
Evaluasi yang dilakukan meliputi kinerja operasional, manajemen pelayanan pasien, kesiapan tenaga kesehatan, serta efektivitas penggunaan anggaran.
Hal ini menjadi bagian dari sistem pengendalian internal untuk memastikan setiap program berjalan sesuai prosedur.
Hadirkan Unsur Pengawasan Lintas Instansi

Rapat Dewan Pengawas turut dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Irdam XII/Tpr, Asrendam XII/Tpr, Kepala Kesehatan Kodam (Kakesdam), Kepala Rumah Sakit Kartika Husada, perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kalimantan Barat, serta Direktur Potensi dan Pengawasan PNBP Kalbar.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pengawasan rumah sakit tidak hanya dilakukan secara internal militer, tetapi juga melibatkan pengawasan administratif dan keuangan dari instansi pemerintah.

Kolaborasi lintas lembaga ini bertujuan menjaga transparansi serta memastikan pengelolaan anggaran dan penerimaan negara bukan pajak berjalan sesuai regulasi.
Tekankan Profesionalisme dan Akuntabilitas
Dalam arahannya, Pangdam XII/Tanjungpura menekankan bahwa RS Kartika Husada memiliki tanggung jawab besar sebagai fasilitas kesehatan rujukan di lingkungan Kodam.
Oleh sebab itu, pengelolaan rumah sakit harus dilakukan secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menilai keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas, tetapi juga kualitas sumber daya manusia serta kecepatan pelayanan kepada pasien.
Peningkatan kompetensi tenaga medis, kedisiplinan pelayanan, dan inovasi layanan kesehatan menjadi poin penting yang harus terus dikembangkan.
Forum Diskusi Solusi dan Inovasi
Rapat Dewan Pengawas juga menjadi forum diskusi untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi rumah sakit.
Peserta rapat memaparkan capaian kinerja, mengidentifikasi kendala pelayanan, serta merumuskan solusi perbaikan.
Beberapa topik yang dibahas meliputi peningkatan sistem administrasi pasien, optimalisasi fasilitas medis, serta strategi peningkatan kepuasan pasien.
Selain itu, inovasi pelayanan berbasis teknologi juga menjadi perhatian dalam mendukung efisiensi pelayanan kesehatan.
Forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat langsung diterapkan dalam operasional rumah sakit.
Dorong Transformasi Pelayanan Kesehatan

Melalui pengawasan langsung dari pimpinan Kodam, RS Kartika Husada diharapkan terus bertransformasi menjadi rumah sakit yang responsif dan modern.
Transformasi tersebut mencakup peningkatan mutu layanan, kecepatan penanganan pasien, serta kenyamanan fasilitas kesehatan.
Penguatan manajemen rumah sakit juga penting untuk menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, termasuk peningkatan jumlah pasien dan kebutuhan pelayanan spesialis.
Dengan pembinaan berkelanjutan, rumah sakit diharapkan mampu menjadi fasilitas kesehatan unggulan yang memberikan pelayanan terbaik bagi prajurit maupun masyarakat.
Kehadiran Pangdam dalam rapat pengawas menjadi wujud komitmen TNI dalam mendukung pelayanan kesehatan berkualitas sekaligus menjaga kesejahteraan personel.
Upaya ini diharapkan berkontribusi pada meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan militer di Kalimantan Barat.
Pendam XII/Tpr











