Akarkata.com, Pontianak – Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) dalam rangka melaksanakan penelitian strategis terkait optimalisasi penggunaan Alat Material Khusus (Almatsus) Pengendalian Massa (Dalmas) serta peran Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kegiatan penelitian tersebut berlangsung selama empat hari, mulai dari 9 hingga 12 Maret 2026, dan melibatkan berbagai unsur personel di lingkungan Polda Kalbar.
Penelitian ini menjadi bagian dari upaya Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas institusi dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan pembangunan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penelitian Fokus pada Optimalisasi Almatsus Dalmas

Salah satu fokus utama penelitian yang dilakukan oleh Puslitbang Polri adalah kajian berjudul “Optimalisasi Almatsus Dalmas Polri Guna Penanganan Unjuk Rasa Berpotensi Konflik Dalam Rangka Mewujudkan Harkamtibmas.”
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi dan kesiapan peralatan Dalmas yang digunakan oleh personel Polri dalam menangani berbagai situasi pengendalian massa, terutama pada kegiatan unjuk rasa yang berpotensi menimbulkan konflik.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam penelitian ini antara lain:
• Ketersediaan peralatan perlindungan diri bagi personel Dalmas
• Kondisi dan kesiapan kendaraan taktis seperti Armoured Water Cannon (AWC) dan RAISA
• Penggunaan senjata non-mematikan yang digunakan dalam pengendalian massa
• Standar operasional prosedur dalam penggunaan Almatsus Dalmas
Ketua Tim Peneliti, Kombes Pol. Guno Pitoyo, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa penelitian ini sangat penting untuk menjawab tantangan yang muncul seiring dengan perkembangan dinamika aksi massa di berbagai daerah.
“Kami mengidentifikasi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan jumlah peralatan, kondisi perawatan Almatsus, hingga kebutuhan adaptasi alat dengan karakteristik unjuk rasa yang semakin dinamis,” ujar Kombes Pol. Guno Pitoyo.
Ia menegaskan bahwa penggunaan peralatan Dalmas harus tetap mengedepankan prinsip profesionalitas, humanisme, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).
Peran Polri dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Selain penelitian terkait Almatsus Dalmas, tim Puslitbang Polri juga melakukan kajian mengenai peran Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Penelitian tersebut mengangkat tema “Peran Polri dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Guna Mewujudkan Swasembada Pangan.”
Program ini selaras dengan arah kebijakan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menempatkan sektor pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
Dalam konteks ini, Polri tidak hanya berperan sebagai aparat keamanan, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan stabilitas pangan nasional.
Beberapa langkah konkret yang dilakukan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan antara lain:
1. Pemanfaatan pekarangan bergizi di lingkungan masyarakat
2. Optimalisasi lahan produktif untuk pengembangan komoditas jagung
3. Pengawasan distribusi hasil pertanian, khususnya komoditas jagung
4. Rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) bidang pertanian
Melalui berbagai program tersebut, Polri diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta menjaga stabilitas pasokan pangan di berbagai daerah.
Metodologi Penelitian yang Komprehensif

Untuk memperoleh data yang akurat, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yang komprehensif.
Tim peneliti menerapkan dua pendekatan utama, yaitu metode kuantitatif dan kualitatif.
Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui pengisian kuesioner secara online oleh personel yang terlibat dalam penggunaan Almatsus Dalmas maupun pelaksanaan program ketahanan pangan.
Sementara itu, pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam (indepth interview) dengan para pejabat dan personel yang memiliki peran penting dalam pengelolaan Almatsus serta implementasi program ketahanan pangan di wilayah hukum Polda Kalbar.
Melalui kombinasi kedua metode tersebut, tim Puslitbang Polri diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi di lapangan.
Dukungan Polda Kalbar terhadap Penelitian Puslitbang Polri
Kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh Puslitbang Polri ini mendapat dukungan penuh dari jajaran Polda Kalbar.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penelitian ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas kinerja Polri di wilayah.
“Kami menyambut baik kehadiran Tim Puslitbang Polri di Kalimantan Barat. Penelitian ini sangat penting bagi kami di kewilayahan untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menjalankan tugas pengamanan,” ujar Kombes Pol. Bambang Suharyono.
Ia menambahkan bahwa optimalisasi Almatsus Dalmas menjadi faktor penting agar personel Polri dapat bekerja secara profesional, aman, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga ketertiban umum.
Komitmen Polri Mendukung Swasembada Pangan
Selain itu, Polda Kalbar juga menyatakan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Menurut Kombes Pol. Bambang Suharyono, Polri memiliki peran strategis dalam mendampingi para petani serta mengawasi distribusi hasil pertanian agar berjalan dengan baik.
“Polda Kalbar berkomitmen untuk mengawal program swasembada pangan melalui pendampingan kepada petani dan pengawasan distribusi hasil pertanian,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) bidang pertanian diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah Kalimantan Barat.
Penelitian untuk Penguatan Kinerja Polri
Penelitian yang dilakukan oleh Puslitbang Polri ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis bagi penguatan kinerja Polri di masa depan.
Hasil penelitian tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi serta dasar perumusan kebijakan dalam meningkatkan kesiapan personel, optimalisasi peralatan Dalmas, serta penguatan peran Polri dalam mendukung pembangunan nasional.
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan Polri dapat semakin profesional dalam menjalankan tugasnya, baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat maupun dalam mendukung berbagai program strategis pemerintah.
Melalui sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat, stabilitas keamanan serta ketahanan pangan nasional diharapkan dapat terjaga dengan baik demi kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.











