Akarkata.com, Ketapang – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026, kegiatan Takbir Keliling berlangsung khidmat dan meriah di Kota Ketapang pada Jumat malam (20/3/2026).
Pawai religi tersebut dipusatkan di halaman Masjid Al Ikhlas dan diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan dengan penuh antusiasme.
Kegiatan tahunan ini menjadi salah satu tradisi yang selalu dinantikan oleh umat Islam sebagai bentuk syiar dan ungkapan kegembiraan menyambut hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rute Pawai Takbir Keliling Mengelilingi Pusat Kota

Takbir keliling diawali dengan titik kumpul di halaman Masjid Al Ikhlas sebelum peserta diberangkatkan menyusuri rute yang telah ditentukan panitia.
Rute pawai melintasi sejumlah ruas jalan utama Kota Ketapang, antara lain Jalan MT. Haryono, Jalan S. Parman, Jalan Brigjend Katamso, Jalan Trassito, Jalan Gajah Mada, Jalan Sisingamangaraja, Jalan R. Suprapto, dan kembali lagi ke Jalan MT. Haryono hingga finish di Masjid Al Ikhlas.
Sepanjang perjalanan, lantunan takbir, tahmid, dan tahlil menggema di udara malam, menciptakan suasana religius yang penuh haru dan kebersamaan.
Kendaraan hias serta peserta yang berjalan kaki turut menambah semarak kegiatan tersebut.
Setelah menyelesaikan rute, seluruh peserta membubarkan diri dengan tertib sesuai arahan panitia dan aparat keamanan.
Dihadiri Forkopimda dan Tokoh Masyarakat

Kegiatan takbiran ini juga dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh agama dan masyarakat Kabupaten Ketapang. Beberapa pejabat yang hadir antara lain:
• Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si.
• Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, S.H.
• Ketua DPRD Ketapang Ahmad Soleh, S.T., M.Sos.
• Dandim 1203 Ketapang Letkol Inf. Zulkarnaen Galib, S.H.
• Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR yang diwakili Wakapolres Ketapang Kompol Hoerrudin, S.I.K., M.H.
Turut hadir pula Ketua MUI Kabupaten Ketapang, pengurus Masjid Al Ikhlas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.
Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Takbir Keliling sebagai Syiar dan Pemersatu Umat

Dalam sambutannya, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan bahwa takbir keliling bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk syiar Islam yang mampu mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal.
“Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta suasana harmonis di tengah masyarakat, memperkuat toleransi, serta meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga keamanan dan ketenteraman lingkungan,” ujar Bupati.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai sarana memperbaiki hubungan sosial dan memperkokoh persatuan.
Pengamanan Ketat dari Polres Ketapang
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, Polres Ketapang menerjunkan personel pengamanan di berbagai titik strategis sepanjang rute pawai.
Pengamanan dilakukan secara terbuka maupun tertutup, termasuk pengaturan lalu lintas di persimpangan jalan yang dilalui peserta.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR melalui Wakapolres Ketapang Kompol Hoerrudin, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan langkah antisipatif guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami berkomitmen mengawal kegiatan takbir keliling ini agar berlangsung aman, tertib, dan lancar. Personel telah ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan maupun kerumunan,” jelasnya.
Selain menjaga keamanan, petugas juga membantu kelancaran arus lalu lintas agar aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan normal.
Sinergi Aparat dan Masyarakat Ciptakan Situasi Kondusif
Keberhasilan pelaksanaan takbir keliling tidak lepas dari sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, panitia, serta partisipasi aktif masyarakat.
Kesadaran peserta untuk mematuhi aturan dan arahan petugas turut berperan penting dalam menjaga ketertiban.
Polres Ketapang menegaskan bahwa pengamanan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari komitmen Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dengan berakhirnya kegiatan tanpa insiden berarti, takbir keliling Idul Fitri 1447 H di Kota Ketapang menjadi contoh positif pelaksanaan kegiatan massal yang aman, tertib, dan penuh makna.
Momentum ini diharapkan dapat mempererat persaudaraan, meningkatkan keimanan, serta menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.











