Akarkata.com, Pontianak, Kalimantan Barat — Pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kalimantan Barat menuai apresiasi luas dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah daerah hingga tokoh lintas agama dan masyarakat.
Keberhasilan Polda Kalimantan Barat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama arus mudik hingga perayaan Lebaran dinilai sebagai bukti nyata profesionalisme Polri yang mengedepankan pendekatan humanis.
Apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kalbar
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kapolri dan khususnya Kapolda Kalbar, Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., atas keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2026.
Menurutnya, koordinasi yang matang antar instansi serta kesiapsiagaan personel di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan selama momen penting tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolri dan Kapolda Kalimantan Barat beserta jajaran. Berkat dedikasi dan kerja keras seluruh personel, masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dan merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Krisantus, Kamis (27/03/2026).
Ia juga menambahkan bahwa stabilitas keamanan yang terjaga dengan baik memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat, baik dalam aspek sosial maupun ekonomi.
Dukungan Tokoh Lintas Agama dan Etnis

Apresiasi terhadap kinerja Polda Kalbar juga datang dari tokoh lintas agama dan etnis.
Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) Provinsi Kalimantan Barat, Sutadi, S.H., menyampaikan bahwa situasi selama Lebaran berlangsung sangat kondusif.
Ia menilai kehadiran Polri di tengah masyarakat memberikan rasa aman yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun budaya.
“Kami merasakan situasi yang tertib dan aman. Kinerja Polda Kalbar yang profesional dan humanis membuat masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idul Fitri dengan tenang,” ungkap Sutadi.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan kuatnya toleransi dan keharmonisan sosial di Kalimantan Barat yang terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
Apresiasi dari Pemerintah Kota Singkawang

Dari Kota Singkawang, Penjabat Wali Kota Tjhai Chui Mie turut memberikan apresiasi atas kinerja jajaran Polri yang dinilai berhasil mengawal berbagai agenda besar secara berkelanjutan.
Ia menyoroti bahwa dalam satu rangkaian waktu, aparat kepolisian harus mengamankan beberapa kegiatan besar sekaligus, mulai dari perayaan Cap Go Meh, bulan suci Ramadan, hingga Idul Fitri.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Polri. Kehadiran personel di lapangan memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dan merayakan berbagai tradisi dengan khidmat,” tuturnya.
Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan Polri dalam menghadapi berbagai dinamika kegiatan masyarakat yang padat dalam waktu berdekatan.
Peran Strategis Operasi Ketupat Kapuas 2026
Operasi Ketupat Kapuas 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang bertujuan untuk mengamankan arus mudik, perayaan Idul Fitri, serta arus balik masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Polda Kalbar mengerahkan personel di berbagai titik strategis, seperti jalur transportasi, pusat keramaian, tempat ibadah, hingga objek wisata.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan, keselamatan, serta kelancaran aktivitas masyarakat selama periode Lebaran.
Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preemtif dan preventif melalui edukasi, patroli dialogis, serta pelayanan humanis kepada masyarakat.
Sinergi Kunci Keberhasilan
Menanggapi berbagai apresiasi tersebut, Kabid Humas Polda Kalbar sekaligus Kasatgas Humas Operasi Ketupat Kapuas 2026, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak.
Ia menyampaikan bahwa sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor utama terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Kalimantan Barat dan stakeholder terkait. Keberhasilan Operasi Ketupat Kapuas 2026 tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi yang luar biasa dari semua pihak,” tegasnya.
Peran Aktif Masyarakat dalam Menjaga Kamtibmas
Selain peran aparat keamanan, kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban selama periode Lebaran.
Masyarakat dinilai semakin disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keamanan lingkungan, serta menjunjung tinggi nilai toleransi antar sesama.
Hal ini turut berkontribusi dalam menurunkan potensi gangguan kamtibmas serta menciptakan suasana yang aman dan harmonis.
Harapan ke Depan
Kombes Pol. Bambang Suharyono menegaskan bahwa apresiasi dari berbagai pihak menjadi motivasi bagi Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan demi menjaga stabilitas keamanan di Kalimantan Barat.
“Apresiasi ini menjadi motivasi bagi kami. Namun yang paling utama adalah kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban dan toleransi. Mari kita jaga bersama kondusivitas Kalimantan Barat demi kemajuan daerah,” pungkasnya.
Keberhasilan Operasi Ketupat Kapuas 2026 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Dengan pendekatan humanis serta komitmen tinggi dari seluruh pihak, Kalimantan Barat mampu melewati momentum Lebaran dengan penuh kedamaian.
Ke depan, diharapkan semangat kebersamaan ini terus terjaga sebagai fondasi dalam membangun daerah yang aman, harmonis, dan sejahtera.











