Akarkata.com, Bengkayang Kalbar – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam XII/Tpr meninjau langsung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang yang berada di titik nol perbatasan, Sabtu (28/03/2026).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari agenda strategis Kodam XII/Tanjungpura untuk memastikan keamanan, kesiapan personel, dan kondisi sarana prasarana di wilayah perbatasan negara tetap berjalan optimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Pangdam juga ingin melihat langsung sinergi antara TNI, pengelola PLBN, serta instansi terkait dalam menjaga kedaulatan dan pelayanan di kawasan perbatasan.
Kedatangan Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., beserta rombongan disambut langsung oleh Kepala PLBN Jagoi Babang, Misdo J. Purba, bersama jajaran pejabat dan petugas yang bertugas di kawasan perbatasan tersebut.
PLBN Jagoi Babang Jadi Perhatian Strategis

PLBN Jagoi Babang merupakan salah satu pintu gerbang utama yang menghubungkan wilayah Kalimantan Barat dengan Malaysia.
Letaknya yang berada di Kabupaten Bengkayang menjadikan kawasan ini memiliki nilai strategis, baik dari sisi pertahanan, keamanan, pelayanan lintas batas, maupun pengembangan ekonomi masyarakat.
Sebagai kawasan perbatasan, PLBN Jagoi Babang tidak hanya berfungsi sebagai tempat keluar masuk orang dan barang, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara di wilayah terdepan Indonesia.
Karena itu, Pangdam XII/Tpr memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan PLBN Jagoi Babang.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban di kawasan perbatasan harus tetap terjaga agar aktivitas masyarakat dan lalu lintas lintas batas dapat berjalan lancar.
“Perbatasan adalah etalase bangsa. Keamanan dan ketertiban di PLBN Jagoi Babang harus tetap prima demi menjaga marwah negara sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat lokal,” tegas Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si.
Pangdam Tinjau Sarana dan Prasarana PLBN

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam XII/Tpr meninjau langsung sejumlah fasilitas yang ada di PLBN Jagoi Babang.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana penunjang operasional dalam kondisi baik dan siap digunakan.
Beberapa fasilitas yang diperiksa meliputi area pelayanan lintas batas, pos pemeriksaan, ruang pengawasan, jalur keluar masuk kendaraan, serta sarana pendukung lain yang digunakan petugas dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Selain meninjau fasilitas fisik, Pangdam juga memeriksa kesiapan personel yang bertugas di kawasan PLBN.
Ia memastikan bahwa seluruh aparat yang berjaga memiliki kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi berbagai situasi di wilayah perbatasan.
Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menilai bahwa kesiapan personel dan fasilitas menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Tekankan Sinergi Antarinstansi di Kawasan Perbatasan

Selain meninjau sarana dan prasarana, Pangdam XII/Tpr juga memberikan atensi terhadap pentingnya sinergi antara TNI dan seluruh instansi yang bertugas di PLBN Jagoi Babang.
Menurutnya, pengamanan dan pengelolaan wilayah perbatasan tidak bisa dilakukan sendiri oleh TNI.
Dibutuhkan kerja sama yang kuat antara aparat keamanan, pengelola PLBN, pemerintah daerah, bea cukai, imigrasi, karantina, hingga masyarakat sekitar.
Sinergi lintas sektor tersebut dinilai sangat penting agar pelayanan kepada masyarakat di perbatasan dapat berjalan maksimal sekaligus menjaga kedaulatan negara.
“Koordinasi dan kerja sama harus terus ditingkatkan. TNI siap bersinergi dengan seluruh pihak untuk menjaga wilayah perbatasan tetap aman, tertib, dan produktif,” ujar Pangdam.
Ia menambahkan, keberhasilan menjaga wilayah perbatasan tidak hanya diukur dari sisi keamanan, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.
Perbatasan Harus Menjadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi
Dalam kesempatan itu, Pangdam XII/Tpr juga menyoroti potensi besar yang dimiliki wilayah Jagoi Babang sebagai kawasan perbatasan.
Menurutnya, PLBN Jagoi Babang tidak hanya harus menjadi gerbang keamanan, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di Kabupaten Bengkayang.
Dengan infrastruktur yang semakin baik dan dukungan lintas instansi, kawasan perbatasan dinilai memiliki peluang besar untuk menggerakkan sektor perdagangan, jasa, dan usaha masyarakat.
Pangdam berharap keberadaan PLBN dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan membuka lapangan kerja.
“Wilayah perbatasan harus berkembang. Masyarakat yang tinggal di perbatasan harus merasakan langsung manfaat dari hadirnya negara melalui PLBN,” jelasnya.
Diskusi Pengembangan Wilayah Perbatasan
Usai melakukan peninjauan, Pangdam XII/Tpr bersama rombongan melaksanakan diskusi singkat dengan Kepala PLBN Jagoi Babang dan para pejabat terkait.
Dalam diskusi tersebut, dibahas berbagai upaya pengembangan kawasan perbatasan, mulai dari peningkatan pengamanan, pelayanan masyarakat, hingga pemanfaatan potensi ekonomi yang ada di wilayah Jagoi Babang.
Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito juga menekankan bahwa pengembangan wilayah perbatasan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional.
Menurutnya, wilayah perbatasan yang aman, maju, dan sejahtera akan menjadi benteng terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Diharapkan Pengamanan dan Pelayanan Semakin Optimal
Melalui kunjungan kerja ini, Pangdam XII/Tpr berharap seluruh unsur yang bertugas di PLBN Jagoi Babang semakin solid dalam menjalankan tugas.
Ia juga berharap pengamanan di kawasan perbatasan dapat terus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan mobilitas di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Dengan adanya sinergi yang kuat, kesiapan personel, serta fasilitas yang memadai, PLBN Jagoi Babang diharapkan mampu menjadi beranda negeri yang aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.











