Akarkata.com, Ketapang, Kalbar – Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR bersama para Pejabat Utama (PJU) menghadiri rapat koordinasi terkait pembahasan kasus pembakaran dan penembakan yang terjadi di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, Selasa (07/04/2026).
Rapat tersebut digelar di Kantor Bupati Ketapang sebagai langkah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan kasus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si dan dihadiri unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa terkait.
Turut hadir dalam rapat tersebut perwakilan Kodim 1203/Ketapang Kapten Czi Chandra Rifqi Ardyono, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Sikat Gudag, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Devi Harinda, S.STP., M.E., Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Absalon, S.E., M.Sos., Kepala Dinas PMPD Edi Radiansyah, S.H., M.H., unsur Forkopincam Marau dan Air Upas, Kepala Desa Air Upas Agus, serta Kepala Desa Gahang Begintan.

Dalam arahannya, Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama TNI dan Polri selama ini telah berupaya maksimal dalam menangani kasus tersebut.
Namun, aksi pembakaran dan penembakan di wilayah Air Upas masih terus terjadi sehingga diperlukan langkah yang lebih serius dan terpadu.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang mendukung penuh langkah Polres Ketapang dalam mengungkap kasus pembakaran pondok warga di Kecamatan Air Upas.
Pemerintah daerah juga akan segera melakukan restrukturisasi Tim TP3K untuk mempercepat penanganan persoalan yang terjadi di wilayah tersebut.
“Pemerintah daerah mendukung penuh upaya pengungkapan kasus ini. Semua pihak harus bergerak bersama agar situasi di Air Upas kembali aman dan kondusif,” tegas Alexander Wilyo.

Pada kesempatan itu, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR memaparkan bahwa permasalahan utama yang dibahas dalam rapat berkaitan dengan aksi pembakaran pondok dan teror penembakan yang terjadi sejak awal Februari 2025 di Kecamatan Air Upas.
Menurut Kapolres, hingga saat ini tercatat sudah terjadi 37 peristiwa di wilayah Desa Petuakan dan Desa Gahang.

Rangkaian kejadian tersebut membuat masyarakat resah dan berdampak terhadap kondisi keamanan di wilayah setempat.
Kapolres menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah, mulai dari penyelidikan, olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, hingga patroli rutin bersama masyarakat.

Saat ini, Polres Ketapang telah menetapkan satu orang dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni Jaka.
Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi, diduga pelaku tidak hanya satu orang dan identitas pelaku lainnya masih terus didalami.
“Dari keterangan para saksi, kami menduga pelaku lebih dari satu orang. Saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku lainnya,” ujar AKBP Muhammad Harris.
Selain proses hukum, jajaran kepolisian bersama masyarakat juga terus meningkatkan patroli hampir setiap malam guna menjaga situasi keamanan sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku.
Kapolres juga mengungkapkan bahwa motif aksi pembakaran dan penembakan tersebut masih dalam pendalaman.
Namun, terdapat dugaan bahwa ada pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan dengan membuat masyarakat meninggalkan lahan-lahan yang menjadi sasaran teror.
“Proses hukum tetap berjalan, namun kami juga memerlukan dukungan dan kolaborasi dari seluruh instansi, stakeholder, tokoh masyarakat, hingga masyarakat setempat agar pengungkapan kasus ini dapat dilakukan dengan cepat dan maksimal,” tegas AKBP Muhammad Harris.
Di akhir rapat, seluruh peserta sepakat bahwa penanganan kasus pembakaran dan penembakan di Air Upas memerlukan kerja sama yang lebih kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Dengan sinergi lintas sektor mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, diharapkan pengungkapan kasus di Desa Gahang dan Dusun Petuakan, Desa Air Upas, Kecamatan Air Upas dapat segera menemukan titik terang dan situasi kamtibmas kembali kondusif.











